Revisi Perda Tibum Alot, Tukang Becak Menjerit

Revisi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum yang diajukan Pemprov DKI Jakarta belum menemui titik temu dengan DPRD DKI Jakarta

Revisi Perda Tibum Alot, Tukang Becak Menjerit
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Sejumlah penarik becak di shelter becak di Pasar Pejagalan, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, mengaku tak lagi kuat mengayuh becak mengantarkan para penumpangnya, dengan jarak tempuhnya jauh. Sehingga para penarik becak ini menginginkan agar pemerintah bisa meringankannya dengan memberikan becak motor yang pernah dijanjikan Pemprov DKI era Anies Baswedan. 

REVISI Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum yang diajukan Pemprov DKI Jakarta belum menemui titik temu dengan DPRD DKI Jakarta.

Salah satu poin revisi itu berkaitan dengan operasional becak di Jakarta.

Kondisi itu tentu saja membuat sejumlah tukang becak menjerit. Nasib mereka berada dalam ketidakpastian karena belum adanya peraturan yang mendukung kehadiran mereka beroperasi di ibukota.

Seorang tukang becak, Sohifi (50) mengungkapkan dirinya sangat berharap revisi perda tersebut menjadi kenyataan.

Apabila itu terwujud, maka Sohifi tidak perlu lagi ketakutan sewaktu-waktu berurusan dengan Satpol PP.

“Pengennya sih secepatnya biar aman, jangan sampai berlarut-larut. Tolong jangan dtolak dirombaknya (perda), becak nggak mengganggu kok,” katanya, saat berada di Pejagalan, Jakarta Utara, Kamis (15/11).

Apalagi sejauh ini Sohifi mengaku berusaha selalu mengikuti peraturan yang telah ditetapkan dengan tidak melintas di jalan raya.

Selain itu, Sohifi juga memakai tanda pengenal, rompi dan topi sebagai identitas bahwa dirinya tukang becak resmi.

“Memang sih sejauh ini nggak pernah ada masalah, nggak pernah ada halangan, yang penting jalan yang benar. Tapi kan kalau udah (resmi) kan enak,” ujar pria yang telah menjadi tukang becak sejak tahun 1995 silam itu.

Pengakuan senada juga disampaikan tukang becak lainnya, Abdul (36). Menurut Abdul alotnya revisi perda membuat nasib tukang becak menjadi tidak jelas.

Halaman
12
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved