Pembunuhan di Bekasi

Ini Sederet Momen Kesedihan Guru Sekolah Imanuel Viktori Sebelum Sarah-Arya Tewas Dibunuh

"Arya mepet-mepet ke saya sandaran juga. Ini kok anak kenapa, ternyata besoknya meninggal,"

Ini Sederet Momen Kesedihan Guru Sekolah Imanuel Viktori Sebelum Sarah-Arya Tewas Dibunuh
Warta Kota/Muhammad Azzam
Suasana Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Imanuel Viktori, sekolah Sarah dan Arya Nainggolan-- korban tewas dibunuh di rumahnya, Jalan Bojong Nangka , Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi, Rabu (14/11/2018). 

WARTA KOTA, BEKASI --- Dua korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7), merupakan siswa Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Imanuel Viktori.

Lokasi sekolah mereka tidak jauh dari rumah korban pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II RT 002/RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Sarah duduk di kelas 3 SD dan  Arya duduk di kelas 1 SD.

Kabar tewas kedua siswa tersebut membuat guru-guru sekolah kaget dan tak menyangka apa yang menimpa mereka.

Pasalnya sehari sebelum dikabarkan tewas, Senin (12/11/2018), Sarah dan Arya bersekolah dengan penuh semangat.

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Arya Paling Semangat Menyanyikan Indonesia Raya

Banyak momen yang dilakukan guru-guru sekolah tersebut, baik bersama Sarah dan Arya, maupun kedua orang tuanya yang juga menjadi korban pembunuhan yakni Diperum Nainggolan (38) dan Maya Boru Ambarita (37).

Seraya membuka kembali ingatan soal momen bersama kedua muridnya itu, guru guru sekolah Imanuel Viktori satu persatu menceritakan momen terakhirnya bersama Sarah dan Arya.

Bunga Rebista Panjaitan, wali kelas Sarah menceritakan sehari sebelum muridnya itu ditemukan tewas, Sarah sempat mengeluhkan tangannya bau amis.

Saat itu, dia sedang mengajar di kelas dan Sarah minta izin untuk mencuci tangan kepada dirinya.

"Waktu lagi nulis Sarah bilang bu guru tangan saya bau amis, saya mau cuci tangan ya. Saya bilang enggak amis kok, dia bilang ah ibu aja yang jelek penciumannnya. Ya sudah saya suruh dia cuci tangan," ucapnya kepada Warta Kota saat ditemui di sekolah Imanuel Victori Jalan Bojong Nangka IV, Jatirahayu, Pondok Melati, Rabu (14/11/2018).

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved