Fahri Hamzah Merinci Kalau Jokowi dan Prabowo serta Maruf Terperangkap Jebakan Masa Lalu

Dari empat kandidat yang akan bertarung, hanya cawapres nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno yang dianggap lepas dari perangkap tersebut.

Fahri Hamzah Merinci Kalau Jokowi dan Prabowo serta Maruf Terperangkap Jebakan Masa Lalu
Instagram
Fahri Hamzah 

Fahri Hamzah selaku Wakil Ketua DPR RI menilai bahwa sepak-terjang kedua pasangan capres-cawapres yang akan berlaga di Pilpres 2019 mendatang itu sudah mulai membosankan.

Kata Fahri Hamzah, baik capres maupun cawapres dari kedua pasangan tersebut terperangkap dalam tuduhan dan jebakan narasi masa lalu.

Dari empat kandidat yang akan bertarung, hanya cawapres nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno yang dianggap lepas dari perangkap tersebut.

Sedangkan Prabowo Subianto sebagai capres nomor urut 2 dan Jokowi-Ma'ruf yang merupakan pasangan nomor urut 1 masih berkutat dengan beban masa lalu.

Baca: Fahri Hamzah Ingatkan Jokowi untuk Dahulukan Korban Bencana daripada Rencana DP 0 Rupiah

Baca: Fahri Hamzah Ungkap Dosa Prabowo Ketika Zaman Orde Baru

Kiyai Ma’ruf Amin terbawa beban keharusan membela kebijakan masa lalu Preaiden Jokowi terhadap Islam.

Padahal sebaiknya menurut Fahri Hamzah, Tim Jokowi-Ma'ruf fokus dengan tujuan mereka ke depan. Tujuan itu antara lain melanjutkan dan membela program yang telah, sedang dan akan dijalankan nantinya.

Sedangkan Tim Prabowo-Sandi seharusnya berkonsentrasi pada titik koreksi dan tawaran alternatif dari masalah yang ada pada pemerintahan saat ini.

Apabila hal ini dapat diwujudkan, Fahri Hamzah memandang Pilpres 2019 mendatang akan menjadi lebih seru, mencerdaskan dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia.

Berlama-lama dalam olok-olok masa lalu ini dapat menyebabkan Pilpres 2019 kehilangan maknanya.

Perpanjangan waktu kampanye dari tiga menjadi delapan bulan pada awalnya adalah untuk memberikan waktu yang cukup kepada rakyat untuk menentukan pilihannya dengan matang.

Halaman
123
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved