Pembunuhan di Bekasi

Begitu Tahu Siswanya Dibunuh, Sekolah Pulangkan Murid Lebih Cepat

Sekolah Dasar Imanuel Pondok Melati Bekasi sempat memulangkan muridnya lebih cepat begitu mendengar kabar pembunuhan murid sekolah itu.

Begitu Tahu Siswanya Dibunuh, Sekolah Pulangkan Murid Lebih Cepat
Warta Kota/Adhy Kelana
Suasana peribadatan jenazah korban pembunuhan sekeluarga Pondok Gede di Gereja Oikumene, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (14/11). Selanjutnya jenazah diantar menggunakan ambulans menuju Bandara Soekarno - Hatta, dan dipulangkan menuju kampung halaman mereka di Sumatera Utara. 

GURU-guru di Sekolah Dasar Imanuel Pondok Melati Bekasi sempat pulangkan anak muridnya saat tahu Sarah dan Arya dibunuh.

Kepala Sekolah SD Imanuel, Rommie mengatakan Sarah merupakan murid kelas 3 dan Arya murid kelas 1 sekolah itu.

"Pukul 09.30 WIB, kami pulangkan anak-anak. Guru-guru sudah tidak bisa mengajar karena kami semua menangis. Kami sama sekali tidak menyangka korbannya adalah Sarah dan Arya," katanya di ruang kepala sekolah, Bekasi, Rabu (14/11/2018).

Ia mengaku sempat lari ke rumah keluarga Diperum Nainggolan saat mendengar kabar.

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Wali Kelas: Sarah Sempat Cuci Tangan Tujuh Kali

Sesampainya di lokasi, sudah banyak orang dan langsung memberitahu guru yang lain.

"Saya langsung kasih tahu teman-teman yang lain setelah benar kalau Sarah dan Arya meninggal," jelasnya.

Seperti diketahui, sebanyak empat orang ditemukan tidak bernyawa dalam kediamannya di kawasan Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi, Selasa 13 November 2018 pagi tadi. Mereka diduga korban pembunuhan.

Keempat orang tersebut adalah satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami-istri dan dua orang anaknya.

Keempat orang tersebut yakni, Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9), serta Arya Nainggolan (7).

Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved