Soal Skybridge, Anies Baswedan Minta PT KAI Berhenti Berpikir Seakan-akan Bukan Institusi Negara

PEMBANGUNAN Jembatan Penyeberangan Multiguna (Skybridge) Tanah Abang menuai banyak polemik.

Soal Skybridge, Anies Baswedan Minta PT KAI Berhenti Berpikir Seakan-akan Bukan Institusi Negara
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta. 

PEMBANGUNAN Jembatan Penyeberangan Multiguna (Skybridge) Tanah Abang menuai banyak polemik.

Salah satunya terkait aset lahan yang akan digunakan untuk akses dari Skybridge menuju Stasiun Tanah Abang, yang sampai saat ini belum mencapai kata sepakat.

Sebab, PT KAI masih menganut hukum Belanda, di mana jarak 18 meter dari stasiun otomatis menjadi tanah PT KAI.

Baca: Kata Jusuf Kalla, Menteng dan Kebayoran Baru Tak Bakal Dapat Dana Kelurahan

Sedangkan Pemprov DKI menyatakan, dengan UU Pertanahan yang baru, sebenarnya tanah itu sudah masuk ke dalam aset Pemprov DKI.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar kedua belah pihak saling merangkul dan mendukung pembangunan ini.

Sebab, menurut Anies Baswedan, seluruh aset adalah milik Republik Indonesia yang akan digunakan oleh rakyat Indonesia, bukan hanya orang Jakarta.

Baca: Dana Kelurahan Digoreng Oposisi, Jokowi: Hati-hati, Banyak Politikus Sontoloyo

"Ya seluruhnya adalah milik Republik Indonesia yang digunakan untuk warga Indonesia," ujar Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/11/2018).

"Kita enggak tanya kan siapa yang naik (kereta) itu KTP-nya DKI atau KTP Banten, kan tidak begitu. Kita ini melayani seluruh warga Indonesia," sambungnya.

Anies Baswedan mengimbau kedua belah pihak segera berdiskusi untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Baca: Prabowo: Sebelum Saya Jadi Presiden, Kalau Bisa Rizieq Shihab Pulang

"Berhentilah berpikir seakan-akan kita ini bukan institusi negara. DKI, Pemprov, BUMN semua customer-nya sama, rakyat Indonesia. Kita harus memikirkan rakyat Indonesia," papar Anies Baswedan.

Ia memaparkan, pembangunan Skybridge saat ini baru mencapai 96 persen, dan menargetkan selesai pada akhir November 2018.

"Jadi per kemarin, secara persentase sudah 95 sampai 96 persen. Tinggal finishing. Dipastikan tanggal 23 selesai semuanya," ucap Anies Baswedan. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved