HKN 2018 Tingkat Jakut Digelar di RPTRA Kalijodo Penjaringan

Pemerintah Kota Jakarta Utara menggelar perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 di RTH Kalijodo, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu.

HKN 2018 Tingkat Jakut Digelar di RPTRA Kalijodo Penjaringan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Pemerintah Kota Jakarta Utara menggelar perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2018 atau ke-54 di RTH Kalijodo, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (14/11/2018). 

PEMERINTAH Kota Jakarta Utara menggelar perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2018 atau ke-54 di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (14/11/2018).

Puncak perayaan tersebut juga digelar pemeriksaan kesehatan dan IVA test bagi warga secara cuma-cuma.

Selain itu perayaan juga dimeriahkan dengan acara talkshow serta sosialisasi kesehatan masyarakat.

Wali Kota Jakarta Utara, Syamsuddin Lologau mengatakan, peringatan HKN merupakan momentum tepat untuk meningkatkan semangat kepedulian, komitmen, dan gerakan nyata dalam upaya kesehatan masyarakat.

“Seluruh komponen bangsa harus berperan serta dalam upaya kesehatan masyarakat dengan mengutamakan upaya promotif-preventif,” ungkapnya, Rabu (14/11/2018).

Berdasarkan UU Nomor 36 Tahun 2009, pembangunan kesehatan adalah upaya meningkatkan kesadaran, dan kemampuan hidup sehat setiap orang agar terwujud kesehatan masyarakat sebagai investasi pembangunan SDM yang produktif secara sosial dan ekonomis.

Syamsudin menambahkan, kesehatan juga merupakan hak asasi dan salah satu unsur kesejahteraan yang menjadi tanggung jawab setiap orang, keluarga dan masyarakat yang penyelenggaraannya didukung oleh pemerintah.

“Hari ini menjadi momentum bersama kita kampanyekan pentingnya kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap bangsa dan negara,” tegasnya.

Makanan berbahaya

Camat Penjaringan, Mohammad Andry menjelaskan, layanan kesehatan yang digelar di RPTRA Kalijodo di antaranya meliputi berbagai pemeriksaan seperti tensi, gula darah, tinggi dan berat badan.

“Apabila ternyata membutuhkan pengobatan lanjutan, pasien akan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat. Ada juga pameran kesehatan dan sosialisasi makanan berbahaya. Kegiatan diikuti setidaknya 500 warga,” tuturnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved