Cegah Pencurian Pasir Laut dan Terumbu Karang, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Gelar Rakor

Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu menggelar rapat koordinasi tindak pengamanan bersama instansi Pemkab, Kepolisian, Satpol PP dan masyarakat

Cegah Pencurian Pasir Laut dan Terumbu Karang, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Gelar Rakor
Sentral Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah III Pulau Pramuka
Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu menggelar rapat koordinasi (Rakor) tindak pengamanan bersama instansi Pemkab, Kepolisian, Satpol PP dan masyarakat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu pada Rabu (14/11/2018). 

Palmerah, Warta Kota -- Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu menggelar rapat koordinasi (Rakor) tindak pengamanan bersama instansi Pemkab, Kepolisian, Satpol PP dan masyarakat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu pada Rabu (14/11/2018).

Rakor tersebut diungkapkan Kepala Sentral Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah III Pulau Pramuka, Kusmiardi untuk menjaga dan melindungi sumber daya alam, seperti terumbu karang dan pencurian pasir laut.

"Jadi ini adalah salah satu bentuk kepedulian Taman Nasional, khusunya terhadap kerusakan terumbu karang dan pasir laut," kata Kusmiardi dihubungi pada Rabu (14/11/2018).

Menurutnya, banyak keluhan sekaligus harapan para pengunjung Kepulauan Seribu dengan banyaknya jumlah terumbu karang yang rusak.

Dalam Rakor tersebut, pihaknya turut menyimpulkan solusi sekaligus kordinasi antar instansi.

"Ini juga salah satu bentuk kami peduli dengan masyarakat, karena dengan rusaknya terumbu karang, otomatis ikan-ikan karang pun akan hilang," ujarnya.

Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu menggelar rapat koordinasi (Rakor) tindak pengamanan bersama instansi Pemkab, Kepolisian, Satpol PP dan masyarakat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu pada Rabu (14/11/2018).
Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu menggelar rapat koordinasi (Rakor) tindak pengamanan bersama instansi Pemkab, Kepolisian, Satpol PP dan masyarakat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu pada Rabu (14/11/2018). (Sentral Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah III Pulau Pramuka)

Lebih lanjut, diharapkannya, rakor dapat melahirkan aturan yang dapat melindungi sumber daya hayati Kepulauan Seribu.

"Saat ini masih dalam proses pematangan, kami buat kesepakatan cara penanganan bagaimana. Selanjutnya kita akan sosialisaikan juga pada masyarakat," terangnya.

Kedepan, diharapkan masyarakat dapat memahami serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Karena tujuannya adalah menjaga sumber daya alam yang ada di Kepulauan Seribu.

"Jujur saja, banyak wisatawan yang datang kesini hanya untuk melihat sumber daya alam. Terumbu karang hancur, tidak ada yang bisa dibanggakan begitu juga ikan-ikan tidak ada dan merugikan masyarakat," tutupnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved