Pilpres 2019

Alasan Haikal Hassan Baras Singgung Politik Dalam Ceramahnya

Haikal Hassan Baras, seorang konsultan dan pemerhati ini memiliki alasan mengapa dirinya ikut berpolitik saat ini.

Alasan Haikal Hassan Baras Singgung Politik Dalam Ceramahnya
Instagram
Haikal Hassan Baras 

KERAP kali menyinggung buruknya pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, sekaligus mengajak jemaahnya ganti presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, Ustadz Haikal Hassan Baras mendapat beragam cap.

Haikal Hassan Baras yang lebih senang menyebut dirinya sebagai seorang konsultan dan pemerhati ini memiliki alasan mengapa dirinya sekarang ikut berpolitik.

Lewat akun twitternya @haikal_hassan; pada Rabu (14/11/2018), Haikal Hassan Baras menyebutkan kini dirinya mendapatkan banyak sebutan, antara lain golongan Wahabi Taqfiri atau teroris, syiah serta dirinya difitnah sebagai anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Setelah reda menuduh saya WAHABI TAQFIRI, sethn ini mulai menuduh saya SYIAH. Dan sejak kasus bendera bertambah lagi tuduhan dg mengatakan saya HTI. Hehehe saya pemerhati sejarah. Dan belajar dimana2 utk hal ini. Udah cukup dong tuduhannya. Maksimum sd April 2019 ya," tulis Haikal Hassan Baras menanggapi isu tentang dirinya di media sosial.

Cuitan Ustaz Haikal Hassan Baras soal tuduhan HTI
Cuitan Ustaz Haikal Hassan Baras soal tuduhan HTI (Twitter/@haikal_hassan)

Namun, terlepas dari isu yang beredar tersebut, lewat rekaman video Ustadz Haikal Hassan Baras mengungkapkan alasan mengapa dirinya terjun dalam dunia politik.

Padahal diakuinya, sejak lama dirinya tidak pernah berpolitik, terlebih menyisipkan politik dalam setiap tausiahnya.

"Temen-temen, saya tidak pernah ikut campur yang namanya politik, ane nggak mau ikut campur, dari jaman dulu ampe sekarang, dari jaman dulu. Dan ampe sekarang ane nggak pernah masuk pertai mana pun, kalau diundang dalam rangka bicara motivasi banyak, tapi kalau berada dalam partai, nggak pernah, ane nggak suka gitu-gituan," ungkap Haikal Hassan Baras.

Alasan mengapa dirinya bersedia berpolitik dan mendukung gerakan #2019GantiPresiden lantaran kecewa atas sejumlah kebijakan pemerintahan Jokowi saat ini.

Baca: Yusril Jadi Kuasa Hukum Paslon 01, Maruf Amin: Berarti Dia Sudah Tidak Sejalan Lagi dengan HTI

Baca: Ustaz Abdul Somad Tolak Undangan Dakwah yang Dihadiri Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi

Kebijakan impor bahan pangan pokok seperti beras, jagung, kedelai hingga garam katanya tidak bisa dibiarkan.

Karena diketahui Indonesia memiliki kekayaan dan potensi alam yang berlimpah, pemerintah justru melakukan impor.

Belum lagi katanya, keputusan negara untuk kembali berhutang kepada luar negeri.

"Tapi baru sekarang nih, saya betul-betul jadi peduli, kenape? gregetan, liat ape? ekspor nggak ada-dikit, tapi impor gila-gilaan, bahan pangan diimpor, nasi yang buat kita gegares (makan) itu diimpor, ini udah nggak bisa didiemin. Jagung impor, garem impor, kedelai impor, semuanya impor," ungkap Ustadz Haikal Hassan Baras.

"Itu yang bikin ane nggak suka-nggak ridho karena bangsa ane digituin. Itu sebabnya ane ikut campur politik, ane nggak suka-nggak ridho dikit-dikit ngutang," tambahnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved