Satu Juta Kartu Nikah Dicetak Tahun Ini, Tak Wajib Dimiliki

Nantinya, ujar Lukman Hakim Saifuddin, penerbitan buku dan kartu nikah akan dilakukan secara bersamaan.

Satu Juta Kartu Nikah Dicetak Tahun Ini, Tak Wajib Dimiliki
TRIBUNNEWS/RINA AYU
Pemberian kartu nikah simbolis kepada pasangan pengantin oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, pada peluncuran aplikasi manajemen nikah, di Kantor Kemenag, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018). 

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Kementerian Agama akan mencetak satu juta kartu nikah dalam masa uji coba penerbitan tahun ini.

Nantinya, ujar Lukman Hakim Saifuddin, penerbitan buku dan kartu nikah akan dilakukan secara bersamaan.

Ia menyebut, satu juta kartu yang dicetak itu akan dimiliki oleh pasangan yang menikah pada akhir November-Desember 2018.

Baca: Pasangan Suami Istri Bakal Punya Kartu Nikah Sebesar ATM dan KTP, Bukan Berbentuk Buku Buku Lagi

"Jadi tahun ini juga karena anggaran ini kan uji coba kita baru mencetak satu juta kartu. Itu artinya untuk 500 ribu pasangan, kan suami istri masing-masing pegang ini. Ya akhir November atau awal Desember kita baru bisa luncurkan hal itu (kartu)," papar Lukman Hakim Saifuddin, ditemui di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).

Lebih lanjut Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tidak ada kewajiban bagi pasangan yang menikah untuk memiliki kartu tersebut.

"Ini tidak ada kaitannya wajib atau tidak wajib, jadi ini adalah kartu yang diterbitkan untuk mempermudah. Ini sebuah terobosan bagi Kementerian Agama, kaitannya dengan Dukcapil. Kaitannya dengan sistem data kependudukan. Tapi tentu harus pentahapan dari sisi waktu," paparnya.

Baca: Sumber Bau Menyengat yang Resahkan Warga Pondok Pinang Ternyata Mengandung Gas Metan

Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, tidak ada penghapusan buku nikah meski ada kartu nikah.

"Tidak ada penghapusan buku nikah. Buku nikah tetap (ada) merupakan dokumen resmi terkait pencatatan nikah. Jadi ini bukan pengganti (buku nikah), ini tambahan informasi karena ada barcode di sini yang memudahkan bagi sejumlah kalangan untuk mengetahui identitas setiap warga negara terkait status pernikahannya," jelas Lukman. (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved