Pedagang Kaki Lima

PKL Berjualan di Bahu Jalan dan Fasilitas Umum di Tangerang Didenda hingga Rp 50 juta

“Dalam Perda 8/2018 ini PKL yang dagang di badan jalan didenda minimal Rp 500 ribu dan paling banyak Rp 50 juta."

PKL Berjualan di Bahu Jalan dan Fasilitas Umum di Tangerang Didenda hingga Rp 50 juta
Warta Kota/Andika Panduwinata
Pemerintah Kota Tangerang menerapkan Perda No 8/2018 yang menerapkan sanksi denda hingga Rp 50 Juta kepada Pedagang Kaki lima yang berjualan di bahu jalan, Selasa (13/11/2018). 

WARTA KOTA, TANGERANG --- Pedagang kaki lima (PKL) di Kota Tangerang terancam denda maksimal Rp 50 juta.

Denda tersebut bakal diterapkan kepada PKL jika melanggar aturan yakni menggunakan bahu jalan dan fasilitas umum dalam menggelar barang dagangannya.

Sanksi tersebut diterapkan setelah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) No 8 tahun 2018 tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat oleh Pemerintah Kota Tangerang.

Perda tersebut telah dilakukan verifikasi oleh kementerian hukum dan HAM Republik Indonesia.

Baca: Asosiasi Pedagang Kaki Lima Cium Ketidakberesan dalam Penyaluran Kredit Usaha Rakyat

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang mengungkapkan, Pasal 38 point c menyebutkan berjualan di badan jalan, trotoar, saluran air, taman, jalur hijau dan tempat lain tidak sesuai peruntukannya akan dijerat peraturan tersebut.

“Dalam Perda 8/2018 ini PKL yang dagang di badan jalan didenda minimal Rp 500 ribu dan paling banyak Rp 50 juta subsider kurungan badan selama tiga bulan," ujar Kaonang, Selasa (13/11/2018).

"Hal ini juga termasuk tempat usaha yang sudah disegel namun masih melakukan aktivitas maka dikenakan denda minimal Rp. 5 juta,” ujar Kaonang lagi.

Selain itu, perda juga menyebutkan bahwa tempat usaha yang menjajakan mimuman keras (miras) tanpa izin akan disegel.

"Kami bisa melakukan penyegelan, karena bagi yang menjual miras dan telah disidangkan tipiring (tindak pidana ringan--Red)," ucapnya.

"Mereka juga membuat surat pernyataan yang menyebut tidak keberatan usahanya ditutup jika kembali terbukti menjual minuman beralkohol," ucapnya.

Baca: Pedagang Kaki Lima Sate Taichan Tidak Boleh Lagi Berjualan di Trotoar Sekitar GBK

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved