Dituding Tak Berizin, Proyek Sutet di Tirtajaya Depok Dikeluhkan Warga

"Selain minta tandatangan untuk izin, kami juga disodorin uang. Tapi saya tolak. Karena saya dan warga lain sekitar sini, ingin dimusyawarahkan

Dituding Tak Berizin, Proyek Sutet di Tirtajaya Depok Dikeluhkan Warga
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Proyek Sutet yang dikeluhkan sejumlah warga RT 7, RW 2, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, karena tanpa izin warga. 

Depok, Warta Kota -- Sejumlah warga RT 7, RW 2, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, mengeluhkan adanya pengerjaan pembangunan konstruksi untuk pembuatan saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet), di wilayah mereka.

Sebab, warga mengaku tidak pernah ada musyawarah dan pembicaraan kepada mereka terkait rencana keberadaan Sutet itu.

Selain itu pelaksana pembangunan Sutet dirasakan tidak pernah meminta izin warga untuk pengerjaan proyek itu.

Karenanya dipastikan Sutet yang sedang dikerjakan dan dalam tahap pengerjaan pondasi, belum memiliki izin yang lengkap atau ilegal.

Suyati, warga yang rumahnya berada di sekitar pengerjaam Sutet, mengaku tidak pernah memberikan tanda tangannya untuk menyetujui adanya pembangunan tersebut.

Ia mengaku pernah disodorkan selembar pernyataan oleh Sekertaris RW 7, Kelurahan Tirta Jaya, untuk ditandatanganinya. Lembar itu katanya sebagai tanda izin lingkungan dari warga atas keberadan Sutet.

Proyek Sutet yang dikeluhkan sejumlah warga RT 7, RW 2, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, karena tanpa izin warga.
Proyek Sutet yang dikeluhkan sejumlah warga RT 7, RW 2, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, karena tanpa izin warga. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Selain minta tandatangan untuk izin, kami juga disodorin uang. Tapi saya tolak. Karena saya dan warga lain sekitar sini, ingin dimusyawarahkan dan dibicarakan dulu soal Sutet ini. Misalnya soal dampaknya secara langsung atau tidak langsung, juga dampak saat proyek berjalan atau saat Sutet sudah berdiri dan beroperasi," katanya, Selasa (13/11/2018).

Karenanya ia menyesalkan cara pelaksana proyek yang hanya menyuruh pengurus RT meminta tanda tangan warga sembari diberi imbalan uang.

"Warga sudah laporin soal ini ke Lurah. Pak Lurah juga sudah memastikan bahwa pengerjaan Sutet itu belum berizin atau ilegal," kata Suyati.

Selain itu kata dia, selama beberapa pekan ini, saat pengerjaan Sutet dilakukan, ia dan warga lainnya mengaku cukup terganggu atas suara bising yang ada dari lokasi proyek Sutet, terutama saat malam hari. "Sebab sampai malam, mereka kerja terus dan cukup berisik," katanya.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved