PN Depok Tolak Gugatan Derden Verzet Pedagang Pasar Kemiri Muka

Pengadilan Negeri Depok akhirnya menolak gugatan derden verzet yang diajukan pedagang Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok, dalam sidang putusan di PN Depok

PN Depok Tolak Gugatan Derden Verzet Pedagang Pasar Kemiri Muka
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Majelis Hakim PN depok bacakan putusan atas gugatan derden verzet pedagang pasar kemiri muka dalm sidang di PN Depok, Senin (12/11/2018). 

Depok, Warta Kota -- Pengadilan Negeri Depok akhirnya menolak gugatan derden verzet yang diajukan pedagang Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok, dalam sidang putusan di PN Depok, Senin (12/11/2018).

Ini artinya perlawanan pedagang secara hukum untuk menolak rencana eksekusi lahan Pasar Kemiri Muka, yang sebelumnya dimenangkan secara hukum oleh PT Petamburan Jaya Raya, gagal.

Ketua Majelis Hakim PN Depok Yuanne Marieetta dalam putusannya menyebutkan bahwa gugatan (derden verzet) pedagang tidak berdasar dan tidak beritikad baik menghormati keputusan Incrath Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung RI pada tahun 2013 lalu.

"Mengadili, dalam eksepsi, menolak eksepsi pelawan untuk seluruhnya. Dalam provisi, menolak permohonan provisionil turut terlawan dua,"

"Dalam pokok perkara menyatakan, pertama menolak perlawanan terlawan. Dua menyatakan para pelawan adalah pelawan yang tidak beritikad baik," katanya.

"Tiga menyatakan, sah dan berharga sita eksekusi sebagaimana penetapan eksekusi Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok Tanggal 21 Juni 2016 No: 04/Penetapan-pdt/delegasi eksekusi/2016/PN Depok jo No:16/pdt/eksekusi/2012/PN Bogor jo No:36/pdt/2009/PN Bogor jo No: 695/Kasasi/pdt/2011 jo No:476/PK-pdt/ 2013," tambah Yuanne.

"Membebankan kepada pelawan biaya perkara sebesar Rp1.246.000," tutup Yuanne sambil mengetok palu.

Menurut Yuanne putusan yang dibacakannya sudah melalui rapat musyawarah majelis hakim PN Depok, pada hari Rabu lalu.

Pantuan Warta Kota, sidang putusan gugatan Derden Verzet di ruang sidang Cakra PN Depok berlangsung kondusif.

Para pedagang pasar yang hadir membubarkan diri usai majelis hakim mengetuk palu tig kali tanda sidang sudah selesai dan ditutup.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved