Superman Is Dead Sebut Via Vallen Jangan Cumpa Perkaya Diri Sendiri

memperkaya diri memakai karya orang lain sekaligus membunuh ruh dari karya tersebut," tulis Jerinx

Superman Is Dead Sebut Via Vallen Jangan Cumpa Perkaya Diri Sendiri
instagram.com/bubahalfian
Via Vallen 

Pemain drum dan pencipta lagu dalam band punk rock Superman Is Dead ( SID), I Gede Ari Astina (41) atau Jerinx, menyatakan bahwa penyanyi dangdut Maulidia Octavia (27) atau Via Vallen tidak meneruskan misi perjuangan yang ada dalam lagu "Sunset di Tanah Anarki" (SDTA).

Menurut Jerinx, selain tanpa izin dari SID, Via juga mementingkan segi komersial semata dengan membawakan lagu karya Jerinx dan Bobby Kool (vokalis sekaligus gitaris SID) tersebut sejak 2013 dari panggung ke panggung. Di samping itu, pada 2013 dirilis pula DVD berisi Via menyanyikan lagu tersebut.

Jerinx "SID" menulis pernyataan panjangnya mengenai hal itu pada akun resmi Facebook-nya, JRX, Jumat lalu (19/11/2018).

"SID sudah pasti akan bangga jika VV, atau siapapun yg hidup dari karya SID, manfaatkan fame nya untuk utk cinta yg lebih besar. Bukan hanya tuk perkaya diri dan keluarganya. Ini yg membuat saya marah," tulis Jerinx pada alinea keempat pernyataannya.

"Selama ini menyanyi SDTA apa ya yg ada di dalam kepalanya? Lagu ini pesannya besar, sungguh humanis, pun disampaikan dengan lirik dan video klip yg sangat literal. Wajar saya merasa mereka dengan sadar merendahkan substansi lagu ini atas nama popularitas semata. Itu sangat menipulatif dan menjijikkan," lanjut Jerinx.

Pernyataan panjang Jerinx "SID" merupakan lanjutan dari tanggapannya pada akun Twitter-nya atau tweet dari seorang warganet yang menyukai lagu baru SID, "Tiga Perompak Senja".

"Aku suka puisi cinta para perompak. Kayaknya bakal dicover Via Vallen," tulis pemilik akun Twitter @ariiatii pada akun Twitter Jerinx, Jumat lalu (9/11/2018). Mendapat tweet tersebut, Jerinx "SID" langsung menunjukkan rasa kecewanya terhadap Via Vallen, yang pernah menyanyikan lagu "Sunset di Tanah Anarki" (SDTA) beberapa tahun lalu. "Tanpa Sunset di Tanah Anarki, Valen enggak akan ada di posisinya saat ini #fact," balas Jerinx terhadap warganet itu.

Jerinx juga membagi tautan pernyataan panjangnya kepada warganet yang mempertanyakan alasan rasa kecewa Jerinx terhadap Via.

Jerinx mengatakan pula bahwa awalnya ia tak memasalahkan hal itu. Namun, sambung Jerinx, ia akhirnya membuka suara karena, menurut ia, Via hanya mencari keuntungan dengan membawakan lagu tersebut.

"Mungkin banyak pertanyaan: Kenapa baru sekarang saya sentil VV? Simpel. Karena album SID yg baru saja rilis ini penuh akan lagu potensial yang sangat mungkin dijadikan versi dangdut/koplo nya. Dan jika kami diamkan, bisa jadi VV, atau penyanyi semacam dia akan melakukannya lagi; memperkaya diri memakai karya orang lain sekaligus membunuh ruh dari karya tersebut," tulis Jerinx pada alinea pertama atau pembuka.

"Saya ga akan nuntut nominal apapun dari VV atau penyanyi lain yg pernah/masih hidup atas karya SID. Hanya berharap kalian lebih bijak ketika berurusan dengan musik kami," tulis Jerinx pada alinea keempat atau penutup.

"SID bukan cuma band. Kami lebih besar dari hiburan. Uang, fame, rupa, bukanlah segalanya, ada hal yg lebih tinggi bernama INTEGRITAS. Terima kasih," imbuhnya.

Jerinx mengatakan pula bahwa awalnya ia tak memasalahkan hal itu. Namun, lanjut Jerinx, ia akhirnya buka suara, karena, menurut ia, Via hanya mencari keuntungan dengan membawakan lagu itu.

"Karena album SID yg baru saja rilis ini penuh akan lagu potensial yang sangat mungkin dijadikan versi dangdut/koplo nya. Dan jika kami diamkan, bisa jadi VV, atau penyanyi semacam dia akan melakukannya lagi; memperkaya diri memakai karya orang lain sekaligus membunuh ruh dari karya tersebut," tulis Jerinx dalam pernyataaanya pada akun Facebook pribadinya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jerinx SID: Via Vallen Jangan Cuma Perkaya Diri dan Keluarga",
Penulis : Andika Aditia
Editor : Ati Kamil

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved