Perjuangan Laura Lazarus dari Pramugari Lion Air Hingga Banting Jadi Pengusaha Otak-Otak

Berniat untuk membantu perekonomian keluarganya, Laura, sejak kecil memang bercita-cita untuk menjadi seorang pramugari.

Perjuangan Laura Lazarus dari Pramugari Lion Air Hingga Banting Jadi Pengusaha Otak-Otak
Warta Kota/Hamdi Putra
Laura Lazarus dan ibu kandungnya. 

Butuh upaya dan keberuntungan untuk lolos dari maut dalam sebuah kecelakaan pesawat.

Apalagi, jika kecelakaan tersebut terjadi berkali-kali dalam rentang waktu yang cukup dekat.

Hal itulah yang dialami Laura Lazarus, mantan pramugari Lion Air yang pernah menjadi korban dalam dua kecelakaan pesawat.

Berniat untuk membantu perekonomian keluarganya, Laura, sejak kecil memang bercita-cita untuk menjadi seorang pramugari.

Kulit putih bersih, wajah yang simetris dan rupawan serta ditunjang kemampuan bahasa asing yang lumayan, membuat Laura dapat menggapai impiannya dan menjadi kebanggaan keluarga.

Namun hanya beberapa bulan menikmati pekerjaan yang mungkin diidam-idamkan oleh sebagian kaum hawa tersebut, Laura harus merasakan risiko dari profesinya sebagai seorang pramugari.

Terbang dari satu kota ke kota lainnya sudah menjadi rutinitas wanita berdarah Tionghoa dan Betawi itu.

Menembus angkasa dengan berbagai intensitas dan frekuensi turbulensi sudah menjadi makanan sehari-harinya.

Sulung dari dua bersaudara ini tahu betul risiko yang akan ia hadapi. Kecelakaan, bencana dan kesialan bisa datang kapan saja tanpa permisi. Suka tidak suka, rela tidak rela dan mau tidak mau, nyawa menjadi taruhannya. Tak ada manusia yang kuasa melawan kehendak Tuhan.

Apa yang ditakutkan itu akhirnya terjadi. Pada tanggal 3 Juli 2004, pesawat Lion Air 332 MD-82, rute Jakarta-Palembang mendarat tidak sempurna di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Halaman
1234
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved