Menko Maritim Luhut Panjaitan Digantikan Wanita Asal Lembata

Acara ini dilakukan serentak di 70 negara dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 11 Oktober.

Menko Maritim Luhut Panjaitan Digantikan Wanita Asal Lembata
WARTA KOTA/GOPIS SIMATUPANG
Osin, seorang anak asal Lembata, diberi kesempatan merasakan jadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman menggantikan Luhut Binsar Panjaitan, dalam kegiatan 'Sehari Jadi pemimpin', beberapa waktu lalu. 

YAYASAN Plan Internasional Indonesia mengadakan rangkaian acara Hari Anak Perempuan Internasional (Internasional Day of The Girl/IDG) 2018 yang ke-3 pada 10-13 Oktober 2018 lalu.

Salah satu rangkaian peringatan itu adalah memberi kesempatan kepada 12 anak perempuan dari seluruh Indonesia berusia 15-17 tahun mengambil alih posisi sejumlah pemimpin di beberapa institusi pemerintahan, BUMN, hingga lembaga Internasional dalam kegiatan 'Sehari Jadi pemimpin'. Mereka terpilih setelah diseleksi melalui kompetisi video blog dengan tema 'Ciptakan Kota Aman untuk Anak Perempuan.

Berbagai peran pemimpin yang diambil alih antara lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Komisaris PT Kereta Api Indonesia, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Direktur Tindak Perdana Siber, sejumlah posisi di Kepolisian Resort Metro Jakarta Pusat, hingga mengambil alih peran di lembaga kemanusiaan nasional dan internasional.

Acara ini dilakukan serentak di 70 negara dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 11 Oktober.

"Kami ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberikan kesempatan dan kesetaraan untuk anak-anak perempuan. Sudah saatnya anak-anak perempuan menjadi bagian dari tiap pengambilan keputusan dan kebijakan publik," ujar Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan Internasional Indonesia, dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10) lalu.

Melalui pernyataan tertulis, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan apresiasi dan kebanggaannya kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan ini.

"Tugas kita semua adalah memberikan kesempatan dan kesetaraan untuk anak-anak perempuan ini agar bisa maju dan tampil sehingga mereka bisa terlibat dalam perubahan, terutama memperjuangkan hak-hak anak," ujar Luhut, yang pada peringatan itu memberikan kursi menterinya kepada Osin, seorang anak asal Lembata.

Pada peringatan IDG 2018 yang mengangkat tema 'Kota Aman untuk Anak Perempuan', Dini menyoroti bahwa ruang publik dan fasilitas umum masih belum sepenuhnya memenuhi hak anak, terutama anak perempuan.

Dalam kesempatan itu, Yayasan Plan Internasional Indonesia juga meluncurkan kampanye terbarunya, Girls Get Equal, untuk mendorong kesetaraan anak perempuan dan terlibat dalam berbagai sektor.

"Plan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli dan mendorong kesetaraan hak anak perempuan. Berikan kesempatan yang setara untuk anak-anak perempuan sehingga mereka dapat menyuarakan hak-haknya dan maju terlibat dalam perubahan," kata Dini.

Puncak perayaan IDG 2018 dilaksanakan di Stasiun Gambir, Sabtu (13/10) lalu. Ada pertunjukan musik, talkshow, hingga pameran mural. Sejumlah pemusik yang ikut mendukung kegiatan ini di antaranya Shanna Shannon, Bangkutaman, The Dying Sirens, Yacko dan Lana Nitibaskara.

Selain di Jakarta, Perayaan IDG 2018 juga dilaksanakan di wilayah area kerja Yayasan Plan Internasional Indonesia di Nageke, Lembata dan Soe pada 12-13 Oktober, dengan memberikan penghargaan kepada anak-anak perempuan yang aktif menyuarakan hak anak.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved