VIDEO: Polda Metro Jaya Beberkan Cara Sindikat Vape Narkoba Beroperasi

Seperti diketahui, total 18 tersangka dari sindikat Reborn Cartel diringkus dalam kurun waktu Oktober hingga November.

VIDEO: Polda Metro Jaya Beberkan Cara Sindikat Vape Narkoba Beroperasi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak (ketiga dari kiri) memberikan penjelasan soal praktik pembuatan liquid vape narkoba, termasuk menunjukkan barang bukti. 

KASUBDIT 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, membeberkan bagaimana sindikat narkoba liquid vape ekstasi bernama Reborn Cartel beroperasi hingga akhirnya diringkus kepolisian.

Seperti diketahui, total 18 tersangka dari sindikat Reborn Cartel diringkus dalam kurun waktu Oktober hingga November.

"Ke-18 tersangka ini kami bagi tiga kategori tempat," ujar Calvijn di Jalan Janur, Kepala Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11/2018).

Kategori pertama, dikatakan Calvijn, berada di perumahan di Jalan Janur yang menjadi laboratorium dari Reborn Cartel.

"Di sini itu untuk memproses dan juga meracik bahan-bahan yang akan diproduksi," tambahnya.

Baca: Liquid Vape Isi Narkoba di Kelapa Gading Butuh 100 Ekstasi

Baca: Liquid Vape Narkoba Dikendalikan dari Rutan Cipinang, Nilainya Mencapai Rp 92,4 Miliar Satu Tahun

Lokasi ini, dilanjutkan Calvijn, sudah dikontrak selama 8 bulan.

"Lokasi kedua berada di Apartemen Paladian, yang mana di lokasi tersebut berfungsi juga untuk meracik dan mengemas produk mereka dalam bentuk botol," kata Calvijn.

Baca: Bertepatan dengan Hari Pahlawan Fahri Hamzah Ulang Tahun, Fadli Zon Ucapkan Ini

Pemberian hologram untuk produk-produk Reborn Cartel, dikatakan Calvijn, juga dilakukan di apartemen tersebut.

"Kemudiam lokasi ketiga yaitu di Apartemen Bassura. Di sini mereka lakukan packaging dari botol-botol berisi liquid ekstasi tersebut," kata Calvijn.

Para anggota sindikat Reborn Cartel, dikatakan Calvijn, membungkus botol-botol liquid vape ekstasi tersebut sesuai dengan ukuran dari pemesan.

"Di Apartemen Bassura itu banyak sekali kotak-kotak yang disiapkan sesuai dengan ukuran dan jumlah botol para pemesan, misalkan dua botol ukuran sedang, 10 botol ukuran kecil dan seterusnya," ujar Calvij

Calvijn pun sempat menunjukkan produk liquid vape ekstasi bernama Illusion yang sudah dikemas dan siap dikirim.

"Mereka melakukan pengiriman ada yang lewat ojek online atau jasa ekspedisi, dan pemesanannya pun di media sosial dan benar-benar vulgar," kata Calvijn.

Calvijn turut menambahkan ketiga lokasi tersebut dikontrak atas nama BR, salah satu dari 18 tersangka yang berhasil diringkus polisi.

"Untuk Paladian sudah berjalan 3-4 bulan, dan di Bassura sudah jalan 2-3 bulan," ujarnya.(*)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved