Pesawat Jatuh

Operasi SAR Lion Air PK-LQP Dihentikan, Kantor SAR Wilayah Tetap Siaga

"Tim SAR atau Kantor SAR Jakarta dan Bandung tetap melaksanakan operasi SAR, kalau kalau masih ada informasi."

Operasi SAR Lion Air  PK-LQP Dihentikan, Kantor SAR Wilayah Tetap Siaga
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas mengumpulkan kantung mayat usai pencarian korban pada hari ketujuh di Posko Terpadu JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (4/11/2018). 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK --- Basarnas telah menghentikan operasi SAR Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610, Sabtu (10/11/2018).

 Namun demikian, kantor SAR wilayah tetap siaga untuk melakukan operasi apabila ada temuan korban.

Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengatakan, Kantor SAR Jakarta dan Bandung tetap siaga 24 jam apabila ada informasi temuan korban jatuhnya pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang itu.

Baca: Temuan Korban Lion Air PK-LQP Semakin Minim, Operasi SAR Terpusat Berakhir Sabtu Ini

“Tim SAR atau Kantor SAR Jakarta dan Bandung tetap melaksanakan operasi SAR, kalau kalau masih ada informasi, baik itu dari nelayan atau siapapun juga yang menemukan ada korban di daerah tersebut,” katanya, Sabtu (10/11/2018).

“Kantor SAR Jakarta maupun Bandung siap melaksanakan tugas tersebut. Mereka siaga 24 jam, tidak berhenti tapi secara terpusat ditutup. Kalau kemarin hari ke-10 potensi SAR selesai, sekarang hari ke-13 tim pusat selesai,” ucapnya tegas.

Syaugi menambahkan, selama operasi SAR berlangsung, sudah ada 196 kantong jenazah yang berhasil ditemukan.

Dari 196 kantong jenazah itu  77 kantong jenazah di antaranya berhasil teridentifikasi oleh tim DVI.

Baca: Dua Jenazah Korban Lion Air PK-LQP Teridentifikasi, Rivandi Pranata dan Joyo Nuroso

Seperti diberitakan sebelumnya, hari ini, Sabtu (10/11/2018), Rumah Sakit Polri Kramatjati mengidentifikasi korban Lion Air dua orang lagi. Total korban yang sudah dapat diidentifikasi 79 orang.

“Mudah-mudahan dengan 196 kantong jenazah ini bisa 189 teridentifikasi. Kami bukan sempurna jadi pasti ada kekurangan dan kami akan evaluasi kekurangan-kekurangan yang ada,” katanya.

Selanjutnya, Basarnas akan mendukung proses pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR) yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dengan mengerahkan 10 orang penyelam handal.

Operasi SAR telah dijalankan selama satu minggu sejak hari pertama kecelakaan pesawat pada Senin (29/10/2018) hingga Minggu (4/11/2018).

Operasi SAR kembali dilanjutkan mulai Senin (5/11/2018) hingga Rabu (7/11/2018). Operasi SAR kembali diperpanjang sejak Kamis (8/11/2018) hingga Sabtu (10/11/2018).

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved