Pilpres 2019

Gelar Nobar Film A Man Called Ahok, Ahokers Sepakat Dukung Jokowi-Maruf

Ratusan Ahokers (sebutan bagi pendukung Ahok) menggelar nobar (nonton bareng) film 'A Man Called Ahok' di sebuah bioskop

Gelar Nobar Film A Man Called Ahok, Ahokers Sepakat Dukung Jokowi-Maruf
Warta Kota/Hamdi Putra
Ahokers nobar (nonton bareng) film A Man Called Ahok di sebuah bioskop yang terletak di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Wartawan WartakotaLive.com, Hamdi Putra

WARTA KOTA, PENJARINGAN - Ratusan Ahokers (sebutan bagi pendukung Ahok) menggelar nobar (nonton bareng) film 'A Man Called Ahok' di sebuah bioskop yang terletak di kawasan Pluit, Jakarta Utara, pada Sabtu (10/11/2018).

Bagi Ahokers, pemilihan waktu nobar yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan mengandung makna bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut merupakan sosok pahlawan dan pemimpin masa kini.

"Sosok Ahok di mata saya adalah pemimpin yang dibutuhkan warga Jakarta saat ini. Sosok yang tegas, bersih, jujur dan berani mengatakan tidak pada korupsi," ujar seorang Ahokers yang juga Ketua Umum Garda Perawat Kebangsaan, Andrew Parengkuan.

Segala sikap dan kebijakan Ahok semasa memimpin DKI Jakarta membuat para pendukungnya begitu mencintai sosok mantan Bupati Belitung Timur itu.

Walau kini Ahok berada di balik jeruji besi Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, akibat kasus penistaan agama yang didakwakan terhadapnya, rasa cinta dan kagum serta memiliki pemimpin tak pudar dalam hati dan ingatan para pendukungnya.

"Bagaimanapun harus diakui bahwa Ahok adalah sosok pemimpin yang sangat fenomenal. Tokoh minoritas yang gigih berjuang di tengah mayoritas demi kepentingan terbaik semua pihak tanpa pandang bulu. Cahaya purnamanya mampu bersinar menembus dinding-dinding kokoh yang mengurung fisiknya. Meski raganya dipenjara tapi pemikirannya bebas dan merdeka," tutur Andrew Parengkuan.

Titi Susanto, Ahokers lainnya mengaku sampai menumpahkan air mata tatkala menyaksikan sosok pemimpin idolanya digambarkan dalam film A Man Called Ahok. Wanita paruh baya yang datang bersama suaminya itu pun menjadikan keluarga Ahok sebagai teladan yang patut dicontoh.

"Generasi yang hebat dihasilkan melalui keluarga yang hebat pula, orangtua yang hebat. Orangtua Pak Ahok berhasil mendidik Pak Ahok hingga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Saya kangen banget sama Pak Ahok, kangen banget, udah ya mas, saya nggak tahan, pingin nangis lagi," ucap Titi Susanto sambil menyapu air matanya dengan tisu yang diambil dari tasnya.

Selain itu, acara nobar ini juga dihadiri oleh William Hui, salah satu Ketua Relawan Ahokers yang telah mengumpulkan 100.000 KTP untuk mendukung pencalonan 'Ahok independence'.

"Moment ini, adalah ajang bagi kami untuk saling bertemu, saling bersilaturrahmi antar-sesama pendukung Ahok sekaligus juga untuk saling berkoordinasi guna membuat event yang lebih besar lagi," kata William Hui.

Dalam kesempatan ini para Ahokers membuktikan bahwa mereka tetap kompak mendukung Ahok. Ahokers pun sepakat untuk memberikan dukungan secara utuh bagi pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin.

"Dukungan ini ditegaskan dengan pakaian yang dikenakan oleh Ahokers peserta Nobar yaitu Kaos Jokowi #1 Periode lagi dan pakaian Kotak-Kotak khas Ahok. Dengan ini pula kami menepis dugaan beberapa kalangan bahwa Ahokers tidak mendukung Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019," ujar Andrew Parengkuan. (M15)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved