Dua Hari Berlalu, Longsor di Jalan Citayam Depok Belum Juga Dipasang Bronjong Penahan

Sampai Sabtu (10/11/2018) malam pembersihan material longsor belum juga rampung.

Dua Hari Berlalu, Longsor di Jalan Citayam Depok Belum Juga Dipasang Bronjong Penahan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Satu regu Satgas PUPR Depok membersihkan material longsor di Jalan Citayam, Kelurahan Ratu Jaya, Cipayung, Depok, Jumat (9/11/2018). 

Depok, Warta Kota -- Longsor di Jalan Raya Citayam sepanjang sekitar 15 meter di depan Perumahan Regency Depok di Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, yang terjadi Kamis (8/11/2018) malam sekira pukul 20.00, sejak Jumat (9/11/2018) pagi langsung ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok.

Penanganan dilakukan dengan menurunkan satu regu satuan tugas (Satgas) PUPR berjumlah 10 personel ke lokasi longsor, untuk membersihkan material longsoran.

Sampai Sabtu (10/11/2018) malam pembersihan material longsor belum juga rampung.

Karenanya setelah dua hari berlalu, pemasangan bronjong berupa batu kali yang diikat kawat sebagai penahan longsor susulan belum dapat dilakukan petugas.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Depok, Citra Indah Yulianti kepada Warta Kota, Sabtu (10/11/2018).

"Sampai sekarang belum dipasang bronjong. Diperkirakan pembersihan material dan perapihan memakan waktu agak lama. Karena itu lokasinya sulit dan masih banyak material berserakan di tebing jalan yang longsor," kata Citra.

Menurut Citra material yang sangat banyak akibat longsor itu mulai dari batang pepohonan besar, tembok sisi jalan dan turap, serta sejumlah material kayu bekas lapak, gerobak dsn kios pedagang kaki lima yang hancur terkena longsor.

"Sementara pembersihan harus dilakukan manual, dan hati-hati dengan posisi yang cukup sulit," katanya.

Citra juga tidak dapat memperkirakan kapan pemasangan bronjong bisa dilakukan. "Yang pasti pembersihan material longsor harus rampung dulu," katanya.

Padahal kata Citra pihaknya sudah mendapat bantuan material berupa kawat besi dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBSWCC) untuk pembuatan bronjong di sana.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved