Liga 1

Sandi Sute Siap Bermain di Tempat Asing

Stefano Cugurra yang menyebutkan timnya sudah terbiasa bermain di tempat netral lantaran tidak punya stadion tetap.

Sandi Sute Siap Bermain di Tempat Asing
Persija
Sandi Sute dan pelatih Persija Jakarta Teco 

GELANDANG Persija Jakarta, Sandi Darma Sute, mengaku tidak merasa dirugikan dengan berpindahnya lokasi pertandingan ke Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, pada laga pekan ke-30 Liga 1 2018 melawan PS Tira, Sabtu (10/11/2018).

Kandang Persija, Stadion Patriot Candrabhaga tidak bisa digunakan lantaran izin dari pihak kepolisian tidak terbit.

Sementara Gelora Bung Karno masih dalam tahap pembersihan pasca konser Guns N Roses.

"Saya pikir selagi masih di sekitaran Jakarta itu tidak merugikan kami, kecuali kalau di luar sekitaran Jakarta, itu sangat merugikan," ujar Sandi kepada Harian Super Ball.

Pemain asal Palu, Sulawesi Tengah itu juga mengaku siap meskipun harus bermain di tempat yang sedikit "asing" baginya danpemain lain.

"Sebagai pemain harus selalu siap main di manapun, bukan masalah juga. Semoga bisa adaptasi dengan baik," ucap pemain bernomor punggung 29 itu.

Baca: Tim Junior Indonesia Lolos ke Semifinal Kejuaraan Dunia Junior 2018

Hal senada juga disampaikan oleh sang juru taktik Persija, Stefano Cugurra yang menyebutkan timnya sudah terbiasa bermain di tempat netral lantaran tidak punya stadion tetap.

Persija selalu berpindah-pindah tempat, dari Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Sultan Agung, Bantul, DIY, Stadion PTIK, Jakarta Selatan sampai ke Patriot Candrabhaga, Bekasi.

"Kami sudah terbiasa, dari awal musim Liga 1, kami bermain di GBK hanya tiga pertandingan saja putaran pertama," kata pelatih yang akrab disapa Teco itu.

"Setelah itu, semua pertandingan lain bermain di tempat netral seperti Bantul, PTIK dan Patriot, hal ini membuat pemain siap bermain di manapun," lanjutnya.

Pelatih yang lahir 44 silam di Rio de Jainero itu juga mencoba menerima hikmahnya dan selalu bersyukur Persija bisa bermain di sekitaran Jakarta.

"Jika dibandingkan dengan bermain di Bantul tentu lebih baik, karena kami akan kehilangan waktu satu hari jika ke Bantul," tutur eks pelatih fisik Persebaya Surabaya itu.

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Jumat (9/11/2018)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved