Pesawat Jatuh

Bareskrim Tak Temukan Indikasi Sabotase dan Terorisme dalam Kecelakaan Lion Air PK-LQP

Ada pun tim itu telah meneliti berbagai aspek mulai dari sabotase, terorisme, hingga aspek kesehatan.

Bareskrim Tak Temukan Indikasi Sabotase dan Terorisme dalam Kecelakaan Lion Air PK-LQP
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengecek turbin mesin pesawat Lion Air PK-LQP dan roda di Posko Gabungan Pelabuhan JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (4/11/2018). 

TIM Khusus (Timsus) Bareskrim Polri memeriksa dan meminta keterangan semua pihak terkait seperti pilot, kru, hingga teknisi Lion Air PK-LQP rute Manado-Denpasar dan Denpasar-Jakarta.

Mereka diperiksa lantaran pesawat yang digunakan tersebut jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pekan lalu.

"Termasuk pilot-pilot yang menerbangkan dari Manado ke Bali, dari Bali ke Jakarta, sudah kita mintai keterangan. Dari teknisi pesawat, latar belakangnya, dari sekuriti bandara, kemudian bagian yang angkat-angkat barang itu, sekuriti barang, yang seperti itu yang kita dalami," ungkap Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2018).

Baca: Madagaskar Belajar Ekonomi Kreatif Hasil UKM ke Tangerang Selatan

Ia mengatakan, tim tersebut bertugas memeriksa dari segi non-teknis. Ada pun tim itu telah meneliti berbagai aspek mulai dari sabotase, terorisme, hingga aspek kesehatan.

Namun, hingga kini, kata dia, Polri belum menemukan adanya indikasi sabotase yang menjadi pemicu kecelakaan, atau dugaan adanya aksi terorisme pada pesawat tersebut.

"Sabotase sementara belum ditemukan, kemudian serangan terorisme sampai hari ini juga masih belum ditemukan," tuturnya.

Baca: Belanja Rp 10 Ribu, Sandiaga Uno Dapat 10 Tempe Hape di Kabupaten Semarang

Jenderal bintang satu itu mengatakan, investigasi masih terus dilakukan. Di sisi lain untuk mencapai kesimpulan, pihaknya perlu menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Nantinya, hasil penyelidikan keduanya akan disatukan.

"Bahan terus dikumpulkan. Nah, nanti akan divalidkan dengan hasil KNKT," jelasnya. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved