Untuk Memenuhi Gizi Seimbang, Perlu Literasi Gizi yang Baik

Tingkat literasi Indonesia berada di urutan kedua terbawah yaitu peringkat 60 dari 61 negara di dunia.

Untuk Memenuhi Gizi Seimbang, Perlu Literasi Gizi yang Baik
Kompas.com
Ilustrasi sup sayur. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Untuk meraih pemenuhan gizi seimbang, dibutuhkan literasi gizi yang baik.

Ini dibutuhkan agar seseorang paham dengan kandungan nilai gizi dari makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Faktanya, tingkat literasi Indonesia secara umum masih memprihatinkan. Data dari World's Most Literate Nations menempatkan tingkat literasi Indonesia berada di urutan kedua terbawah yaitu peringkat 60 dari 61 negara di dunia.

Artinya, kesadaran masyarakat untuk membaca, mencari tahu dan memahami informasi, termasuk terkait masalah gizi, masih sangat rendah.

Padahal, menurut Kementerian Pertanian, Indonesia merupakan negara terkaya kedua di dunia dalam keanekaragaman hayati.

Di antaranya lndonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 26 jenis kacang-kacangan, 228 jenis sayuran, serta 389 jenis buah-buahan.

"Di pasar, banyak tersedia jenis pangan, baik olahan maupun pangan lokal yang masing masing memiliki manfaat tersendiri untuk pemenuhan kebutuhan gizi. Sayangnya, saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi makanan tidak berdasarkan pada angka kecukupan gizi yang dianjurkan," ujar Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi, Fakultas Ekologi Institut Pertanian Bogor, Prof Ir Ahmad Sulaeman MS PhD, Jumat (12/10/2018).

Prof Sulaeman menjelaskan bahwa literasi gizi membantu masyarakat memahami zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Ia menegaskan, tidak ada jenis pangan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Karenanya, dibutuhkan variasi pangan baik pangan alami maupun olahan guna memenuhi berbagai kebutuhan gizi dalam tubuh.

Dia mencontohkan, nasi dan sumber karbohidrat lainnya merupakan sumber utama energi, namun minim kandungan vitamin dan mineral.

Sayuran dan buah-buahan umumnya kaya akan vitamin, mineral dan serat, tetapi sedikit mengandung energi dan protein. Ikan merupakan sumber protein yang baik, namun tidak dapat dijadikan sumber makanan utama.

"Sedangkan susu sebagai salah satu asupan bergizi baik, mampu melengkapi kebutuhan gizi harian seseorang guna mendukung pemenuhan gizi seimbang," katanya.

Baca: Pakar Gizi Kritik Metode Diet Ketogenik dan Food Combining yang Merugikan Kesehatan Tubuh

Baca: Cara Cerdas Menyiasati Kecukupan Gizi

Baca: Jadi Lokasi Menginap, Hotel Harris Bekasi Perhatikan Kandungan Gizi Makanan Atlet Asian Games

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved