Tetap Netral Saat Kritisi Pemerintah, Jimly Disebut 'Guru Moral Bangsa'

Pengamat politik Ade Reza Haryadi mengatakan, saat ini Indonesia membutuhkan banyak guru moral bangsa yang berada di luar kekuasaan, yang fungsinya un

Tetap Netral Saat Kritisi Pemerintah, Jimly Disebut 'Guru Moral Bangsa'
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Jimly Asshiddiqie 

PENGAMAT politik Ade Reza Haryadi mengatakan, saat ini Indonesia membutuhkan banyak guru moral bangsa yang berada di luar kekuasaan, yang fungsinya untuk mengontrol dan mengkritisi jalannya roda pemerintahan.

"Kita saat ini justru krisis orang-orang di luar kekuasaan yang bisa jadi guru moral bangsa," kata Reza melalui keterangan tertulisnya, Kamis (8/11/2018).

Menurut Reza, salah satu guru moral bangsa yang tersisa di luar kekuasaan saat ini, yakni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie.

Reza menyebut, jika suatu saat tokoh-tokoh seperti Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu masuk dalam kekuasaan, maka moralitas baik yang dimiliki diharapakan mampu ditularkan untuk membentuk moralitas kekuasaan.

"Sebetulnya kalau makin banyak orang baik masuk ke kekuasaan, kita berharap moralitas baik mereka bisa membentuk moralitas kekuasaan. Tapi ya yang penting jangan kemudian larut dalam moralitas kekuasaan yang hari ini banyak dikritik oleh masyarakat," ungkapnya.

Apalagi, lanjut Dosen Ilmu Politik di Universitas Bung Karno ini, selain sebagai guru moral bangsa, Jimly juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki gagasan-gagasan luar biasa tentang reformasi hukum.

"Saya kira soal hukum beliau salah satu tokoh yang sangat disegani di Indonesia karena punya pemikiran-pemikiran brilian yang maju dalam melakukan reformasi hukum ya. Beliau saya kira luar biasa, selama menjadi MK bagus, beliau punya track record dan prestasi," tuturnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved