Ribuan Botol Miras Dimusnahkan, Kebanyakan Hasil Razia di Jatiasih Kota Bekasi

SEBANYAK 1.510 botol minuman keras (miras) berbagai merk dimusnahkan petugas di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (8/11/2018) pagi.

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan, Kebanyakan Hasil Razia di Jatiasih Kota Bekasi
Istimewa
PEMUSNAHAN ribuan botol minuman keras (miras) di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (8/11/2018). Miras tersebut hasil razia di wilayah Kota Bekasi selama September hingga Oktober 2018. 

SEBANYAK 1.510 botol minuman keras (miras) berbagai merk dimusnahkan petugas di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (8/11/2018) pagi. Botol miras yang dimusnahkan ini hasil operasi petugas selama dua bulan dari September sampai Oktober 2018.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi M Hambali mengatakan, ribuan botol ini disita dari warung jamu atau kios di 12 kecamatan di Kota Bekasi. Dari 12 kecamatan yang ada, kata dia, paling banyak miras diamankan di wilayah Jatiasih, Kota Bekasi.

"Hasil penyisiran petugas gabungan, paling banyak miras yang diamankan dari wilayah Jatiasih," kata Hambali di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (8/11/2018).

Menurut dia, ribuan botol itu dimusnahkan karena penjual tidak mampu menunjukkan surat izin usaha penjualan minuman beralkohol (SIUP MB). Berbeda bila di tempat hiburan malam, kafe dan hotel, mereka sudah mengantongi izin.

"Atas dasar itulah, para pemilik kios dan warung jamu mendapat pembinaan dari petugas dan mirasnya disita untuk dimusnahkan," ujarnya.

Tak Ada Larangan

Dia menjelaskan, razia miras ini juga mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) No 17 tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Keras di Kota Bekasi. Meski begitu, dia menampik pemerintah daerah melarang warganya menjual miras.

Namun penjualan miras harus memiliki aturan yang jelas, yaitu SIUP MB yang dikeluarkan oleh instansi terkait. "Kita memperbolehkan, tapi ada aturan jelas yang harus mereka patuhi," ungkap Hambali.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menambahkan, peredaran miras tanpa mengantongi izin sangat rawan disalahgunakan, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat yang lain.

Soalnya, efek buruk mengonsumsi miras secara berlebih bisa menurunkan tingkat kesadaran seseorang yang berujung pada perbuatan kriminal.

"Awal dari setiap aksi kriminal biasanya dimulai dengan minuman keras karena mengandung zat etanol yang bisa menurunkan kemampuan syaraf menjadi tidak sadar," kata Tri.

Dalam kesempatan itu Tri meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bekasi agar bersama-sama melakukan pengawasan peredaran miras di wilayah setempat. Dia juga meminta agar pelaku usaha dan masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku.

"Diharapkan pemusnahan barang bukti minuman keras ini dapat memberikan teguran keras bagi penjual yang tidak mematuhi aturan," tegas Tri. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved