Negosiasi soal Denuklirisasi dengan AS Buntu, Korut Mulai Marah

HUBUNGAN Amerika Serikat ( AS ) dan Korea Utara ( Korut ) dikabarkan mulai memanas karena Korut marah.

Negosiasi soal Denuklirisasi dengan AS Buntu, Korut Mulai Marah
businessinsider.sg
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat pertemuan mereka beberapa waktu lalu. 

HUBUNGAN Amerika Serikat ( AS ) dan Korea Utara ( Korut ) dikabarkan mulai memanas karena Korut marah.

Sumber dari pejabat militer maupun diplomat asing menuturkan, tensi dua negara memanas buntut pembicaraan mereka yang mengalami kebuntuan.

Dilaporkan CNN Kamis (8/11/2018), buntunya perundingan Korut dan AS disebabkan mereka masih menunggu siapa yang bakal membuat konsesi terlebih dahulu.

Baca: Absen Sejak Juni, AS dan Korea Selatan Kembali Gelar Latihan Militer Gabungan

Baca: 7 Peristiwa Unik dan Menarik dari Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un

Korut dilaporkan marah setelah Washington menolak untuk mengangkat sanksi, ditambah dengan friksi personal antara juru runding kedua negara.

Mantan pejabat Badan Intelijen Pusat (CIA) Bruce Klingner menyebut ancaman Korut bakal kembali membangun pasukan nuklirnya jika AS tak mencabut sanksi.

Korut juga belum menggelar pertemuan dengan Utusan Khusus AS untuk Korut Stephen Biegun dikarenakan dua negara belum sepakat dengan istilah dasar seperti "denuklirisasi".

Sementara pejabat Washington berujar Korut kesal karena AS tak kunjung memberikan penawaran seperti pengurangan sanksi.

"Sikap Korut adalah AS harus membuat gerakan sebelum mereka juga memberikan respon lain.," kata pejabat anonim tersebut.

Media Korut KCNA dalam ulasannya di 2 November menyatakan bahwa Pyongyang sudah memberikan iktikad baik dengan melaksanakan perubahan.

"Namun kami tidak menerima respon seperti yang dibutuhkan. Kami tidak akan bergerak meskipun 1 milimeter sebelum mereka memberi respon," ulas KCNA.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved