Liquid Vape Narkoba Dikendalikan dari Rutan Cipinang, Nilainya Mencapai Rp 92,4 Miliar Satu Tahun

Praktik pembuatan liquid vape narkoba di Jalan Janur Elok VII, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dikendalikan dari balik penjara.

Liquid Vape Narkoba Dikendalikan dari Rutan Cipinang, Nilainya Mencapai Rp 92,4 Miliar Satu Tahun
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak (ketiga dari kiri) memberikan penjelasan soal praktik pembuatan liquid vape narkoba, termasuk menunjukkan barang bukti. 

WARTA KOTA, KELAPA GADING---Praktik pembuatan liquid vape narkoba di Jalan Janur Elok VII, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dikendalikan dari balik penjara.

Total ada 22 jenis liquid vape narkoba yang tersebar di 48 kota di Indonesia.

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak mengatakan, laboratorium itu dikendalikan empat napi Rutan Cipinang, yakni TY (28), VIN (28), HAM (28), dan COK (35).

"Transaksi dan pengaturan produksi kemudian dilakukan oleh istri TY, DW (25), dan rekannya BR (21). Mereka menamai dirinya reborn cartel yang sudah memproduksi 22 jenis liquid narkoba dan tersebar di 48 kota di Indonesia," kata Calvijn, Kamis (8/11/2018).

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak (ketiga dari kiri) memberikan penjelasan soal praktik pembuatan liquid vape narkoba, termasuk menunjukkan barang bukti.
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak (ketiga dari kiri) memberikan penjelasan soal praktik pembuatan liquid vape narkoba, termasuk menunjukkan barang bukti. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Dalam mengendalikan laboratorium, TY memanfaatkan sejumlah remaja untuk mengekstrak ekstasi dan ganja sintesis.

Kedua barang haram itu adalah bahan baku liquid untuk disebar dengan produk barang dua mm dan lima mm.

"Ia mengendalikan proses pembuatan melalui kunjungan keluarga napi. Suplai bahan baku diserahkan kepada VIN, urusan keuangan kepada COK, dan proses pemasaran kepada HAM," katanya.

Khusus urusan keuangan dikendalikan langsung oleh DW seperti melakukan transfer untuk bahan baku produksi, alat, hingga gaji karyawan sebesar Rp 5 juta per bulan.

Begitupun dengan uang hasil penjualan yang langsung disetorkan ke rekening TY yang dipegang DW.

"Sementara BR diketahui menjadi kurir sekaligus perekrut pekerja. BR juga yang kemudian bertransaksi dengan suruhan VIN untuk suplai ekstasi. Kami masih memburu beberapa orang yang menjadi kurir bahan produksi," katanya.

Rapinya pembagian peran membuat jaringan ini mampu memproduksi liquid vape beromset Rp 4,2 miliar hanya dari satu jenis.

Dengan 22 barang yang diproduksi, kuat kemungkinan nilainya mencapai Rp 92,4 miliar dalam setahun.

Baca: Pengguna Narkoba Sembunyikan Sabu di Saku Celana Ditangkap di Cikarang Selatan

Baca: Liquid Vape Isi Narkoba di Kelapa Gading Butuh 100 Ekstasi

Baca: Permudah Rehabilitasi Pengguna Narkoba, BNNK Jakarta Utara Luncurkan Sicare

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved