Korban Lion Air JT 610, Hari ke-11 Basarnas Evakuasi 8 Kantong Jenazah

Sebanyak delapan kantong jenazah berhasil dievakuasi ke Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada pencarian hari ke-11.

Korban Lion Air JT 610, Hari ke-11 Basarnas Evakuasi 8 Kantong Jenazah
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Delapan kantong jenazah tiba di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (8/11/2018). 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK---Sebanyak delapan kantong jenazah berhasil dievakuasi ke Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada pencarian hari ke-11, Kamis (8/11/2018).

Selanjutnya kantong jenazah itu dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

"Kalau hari ini total kantong yang kami terima dan sudah kami serahkan kepada tim DVI untuk di bawa ke RS Polri di Kramatjati sudah delapan kantong, totalnya berjumlah 195 kantong," kata Kabag Humas Basarnas, Suhri Sinaga, Kamis.

Suhri mengatakan, korban pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 tersebut ditemukan oleh tim penyelam di kedalaman perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Sementara terkait dengan serpihan pesawat maupun cockpit voice recorder (CVR), Suhri enggan menjawab.

Menurutnya hal tersebut merupakan kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kami sekali lagi dari awal, kami tidak membahas, tidak mengevakuasi masalah serpihan karena itu adalah tugasnya KNKT," katanya.

Investigator KNKT, Ardi Gunawan, mengatakan, saat ini pencarian CVR masih mengikuti perpanjangan operasi SAR Basarnas yang berlangsung pada 8-10 November 2018.

"Untuk saat ini sih masih menyesuaikan planningnya Basarnas sampai tanggal 10 November. Selanjutnya nanti kami koordinasikan dengan crisis center di KNKT," katanya.

Namun demikian tidak menutup kemungkinan pencarian CVR akan dilanjutkan terlepas dari operasi SAR. Pasalnya, keberadaan CVR menjadi sesuatu yang penting untuk bisa menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat.

"Untuk KNKT cari CVR, semaksimal kami. Arahannya untuk sampai ketemu," kata Ardi.

Hanya saja tidak menutup kemungkinan KNKT akan melakukan koordinasi dengan pihak Basarnas atau TNI AL untuk meminjam penyelam dari kedua instansi itu. Pasalnya KNKT tidak memiliki anggota dengan kemampuan menyelam.

Baca: Tim DVI RS Polri Mengindetifikasi 20 Jenazah Korban Lion Air JT 610 Hari Ini

Baca: Cari Sertifikat Suami, Keluarga Korban Lion Air JT 610 Datang ke Posko Tanjung Priok

Baca: Air Speed Indicator Lion Air PK-LQP Tidak Normal, Pilot seperti Terbang Buta

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved