Tanggapan Warga soal Kartu Sehat Kota Bekasi Diwajibkan Pakai Surat Rujukan

Pemerintah Kota Bekasi kini menerapkan aturan baru bagi pemilik Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK).

Tanggapan Warga soal Kartu Sehat Kota Bekasi Diwajibkan Pakai Surat Rujukan
Warta Kota/Muhamad Azzam
Warga Kota Bekasi menunjukkan Kartu Sehat. 

WARTA KOTA, BEKASI---Pemerintah Kota Bekasi kini menerapkan aturan baru bagi pemilik Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK).

Mereka diwajibkan mengantongi surat keterangan persetujuan tindakan medis dari Dinas Kesehatan atau puskesmas.

Mengenai aturan tersebut, masyarakat Kota Bekasi pemegang Kartu Sehat kecewa diberlakukannya aturan itu. Pasalnya aturan itu justru sama saja dengan BPJS.

"Sama saja kayak BPJS jadinya, padahal saat KS luncur saya takjub bangat bisa langsung ke rumah sakit tanpa rujukan atau ribet-ribet begitu," kata Muhamad Fadil (26), warga Harapan Baru, Bekasi Barat, kepada Warta Kota Rabu (7/11/2018).

Fadil mengatakan, orangtuanya sempat berobat memeriksa pembengkakan jantungnya di rumah sakit swasta Bekasi Barat. Namun ia diminta menyertakan surat rujukan dari puskesmas.

"Iya disuruh bawa surat rujukan. Jadi saya balik lagi ke puskesmas buat surat rujukan. Malah ribet jadinya," katanya.

Rosi (26), warga Bekasi Timur, pemegang kartu sehat lainnya, juga merasakan hal serupa.

Ia kecewa Kartu Sehat yang dibanggakannya tak lagi bebas dipakai di rumah sakit swasta.

Padahal, sebelumnya dua kali berobat ke rumah sakit di Jalan Kartini, Bekasi Timur, tak memakai rujukan dari puskesmas.

"Kartu Sehat itu kebanggaan Kota Bekasi, kalau ada aturan rujukan begini sama saja kayak BPJS. Nanti lama-lama warga dikenakan iuran lagi," katanya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved