Peringatan Hari Ciliwung Diperingati di Sungai Tamagawa di Jepang

Masyarakat yang tinggal di Sungai Tamagawa akan memperingati Hari Ciliwung, dalam rangkaian 60 tahun hubungan Indonesia dan Jepang.

Peringatan Hari Ciliwung Diperingati di Sungai Tamagawa di Jepang
Warta Kota/Henry Lopulalan
Alat berat sedang mengeruk endapan lumpur di Kali Ciliwung, Kampung Pulo, Jakarta Timur, Senin (22/10). 

PERINGATAN Hari Ciliwung yang jatuh pada 11 November setiap tahunnya sejak 2010 lalu, ternyata akan diperingati juga di Sungai Tamagawa di Jepang.

Masyarakat yang tinggal di Sungai Tamagawa akan memperingati Hari Ciliwung, dalam rangkaian 60 tahun hubungan Indonesia dan Jepang.

Karenanya 5 aktivis lingkungan dari komunitas yang selama ini Intens dan peduli akan Sungai Ciliwung diundang ke Jepang untuk turut memperingati Hari Ciliwung di Sungai Tamagawa, Jepang.

Mereka akan berada di Jepang pada 8 November sampai 11 November.

Pendiri Komunitas Ciliwung Depok (KCD) Taufiq DS, salah satu aktivis yang diundang ke Jepang mengatakan ia bersama 4 aktivis Sungai Ciliwung dari komunitas berbeda, diundang datang ke sungai Tamagawa di Jepang, mulai Kamis (8/11/2018) besok.

"Dalam rangka peringatan Hari Ciliwung. Dimana masyarakat sungai di sana juga mau memperingatinya dalam rangkaian 60 tahun hubungan Indonesia-Jepang," kata Taufiq.

Menurur Taufiq, Komunitas Osoji Klub memediasi pihaknya dengan Ecomuseum Tamagawa untuk mengundang beberapa perwakilan dari beberapa komunitas peduli Ciliwung datang ke Jepang.

"Yakni dari Komunitas Ciliwung Depok, Komunitas Peduli Ciliwung Bogor, Komunitas Ciliwung Lenteng Agung dan Gerakan Ciliwung Bersih Jakarta. Kami dari perwakilan ini sebanyak 5 orang diundang ke Jepang," kata Taufiq.

Pada kegiatan peringatan Hari Ciliwung di Sungai Tamagawa, tambah Taufiq, pemerintah Jepang mengkaitkan dengan peringatan 60 tahun hubungan Indonesia-Jepang.

"Kami delegasi Komunitas Ciliwung yang berjumlah 5 orang akan meninjau wilayah hulu sungai Tamagawa, mengunjungi ekomusium Tamagawa, diskusi tentang persaudaraan antar sungai serta perkenalan permainan tradisional masing-masing negara," kata Taufiq.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved