Warga Berjaga agar Pemagaran Area Pasar Cisalak Tak Sampai di Depan Rumah dan Toko Mereka

Warga mau memastikan agar pengerjaan pemagaran tidak sampai masuk ke ruas jalan di depan rumah dan toko mereka.

Warga Berjaga agar Pemagaran Area Pasar Cisalak Tak Sampai di Depan Rumah dan Toko Mereka
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sejumlah warga menghardik beberapa pekerja yang mulai mengerjakan pondasi pagar di depan toko dan rumah warga di Jalan Gadok, RT 3/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Depok, Kamis lalu serta unjuk rasa warga tolak pemagaran Jumat lalu. 

Sejumlah warga dan pemilik toko di Jalan Gadog, RT 3/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Depok, Senin (5/11/2018) ini berjaga-jaga memantau proses pengerjaan pemagaran tembok area Pasar Cisalak yang dikerjakan kontraktor di beberapa titik, sejak dua pekan lalu.

Warga mau memastikan agar pengerjaan pemagaran tidak sampai masuk ke ruas jalan di depan rumah dan toko mereka.

Jika pengerjan pemagaran sampai ke depan rumah atau toko mereka, warga sepakat akan menghalau para pekerja seperti yang terjadi Kamis (1/11/2018) lalu hingg menimbulkan unjuk rasa Jumat (2/11/2018).

"Saat ini pengerjaan pemagaran dilakukan di lahan yang memang tidak akan menutup rumah dan toko milik warga. Pemagaran dilakukan di lahan UPT Pasar yang berbatasan dengan lahan gang atau jalan. Itu tidak masalah bagi warga," kata Jati, warga RT 3/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Depok.

Namun katanya jika pengerjaan sudah dikerjakan sampa di depan rumah atau toko warga, maka seluruh warga di sana sudah kompak kompak menolak dan melakukan perlawanan.

"Sesuai pertemuan warga dengan UPT Pasar Jumat lalu, mereka sepakat tidak akan lakukan pemagaran di depan rumah warga sampai batas waktu yang tidak ditentukan," katanya.

Ramlan Perangin-angin, salah seorang warga RT 3/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, mengatakan sejak awal dan sampai kapanpun, seluruh warga dan pemilik toko yang di depan rumahnya akan dipagar tembok setinggi 2 meter 10 cm, akan menolaknya dan melakukan perlawanan.

"Sebab, pemagaran itu sangat tidak masuk akal dan tak akan bisa kami terima. Pemagaran akan membuat tempat tinggal dan kios kami terisolasi," kata Ramlan.

Menurutnya penolakan warga dan pemilik toko di sana, sudah dinyatakan dan disampaikan sejak awal sosialisasi rencana pemagaran. "Dan itu kembali kami sampaikan saat pertemuan Jumat lalu. Pemagaran sangat tidak manusiawi dan membuat rumah serta toko kami akan terisolasi," kata Ramlan.

Pihak UPT Pasar Cisalak kata Ramlan pada Jumat berjanji menunda pengerjaan pemagaran sampai waktu yang belum ditentukan.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved