Jalan Jatibaru Raya Semakin Semrawut, Satpol PP Minta Masyarakat Pahami Kebutuhan Pedagang

Jalan Jatibaru Raya Semakin Semrawut, Satpol PP Minta Masyarakat Pahami Kebutuhan Pedagang.

Jalan Jatibaru Raya Semakin Semrawut, Satpol PP Minta Masyarakat Pahami Kebutuhan Pedagang
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ratusan pedagang berjualan di tengah dan pinggir Jalan Jatibaru Raya meski proyek pengerjaan jembatan penyeberangan multifungsi (JPM) atau skybridge Tanah Abang belum rampung. 

WARTA KOTA, TANAH ABANG---Ratusan pedagang berjualan di tengah dan pinggir Jalan Jatibaru Raya meski proyek pengerjaan jembatan penyeberangan multifungsi (JPM) atau skybridge Tanah Abang belum rampung. Hal itu menyebabkan lalu lintas yang jalurnya baru dibuka satu arah itu menjadi tersendat.

Menanggapi hal itu, Kasi PPNS dan Penindakan Satpol PP Jakarta Pusat, Santoso, meminta agar para penjalan kaki dan pengguna jalan bisa memahami kebutuhan para pedagang kaki lima (PKL) yang ingin mencari nafkah.

"Harus dipahami bahwa skybridge belum jadi 100 persen. Jadi penempatan pedagang kaki lima belum bisa sepenuhnya. Bagaimanapun para pedagang mempunya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Karena pekerjaannya berdagang yang menggunakan lokasi di situ," kata Santoso saat dikonfirmasi, Senin (5/11/2018).

Santoso menduga maraknya PKL di sepanjang Jalan Jatibaru Raya terjadi lantaran mereka merasa tempat tersebut masih direstui dipergunakan untuk berdagang.

Seperti pada saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merestui lokasi itu untuk dipakai berdagang dengan cara memasang tenda di sepanjang jalan kurang lebih 400 meter itu.

"Memang tadinya berjualan ditenda itu dan dibongkar, harus dipahami juga. Tapi, kami pada prinsipnya mencoba mengendalikan pedagang biar kondisi tidak memganggu pengguna jalan dan lalu lintas di sana. Kami tempatkan 150 anggota di sana," ucapnya.

Namun demikian, Santoso mengakui Jalan Jatibaru Raya yang dibuka mulai dari titik Jatibaru Bengkel menuju Blok G tidak diperkenankan dipakai untuk berdagang. Terlebih lagi pedagang semakin ekstrim berdagang di tengah jalan.

"Kalau tempat yang direstui kan memang di atas, tapi belum jadi. Di luar dari itu tidak boleh. Namun harus dipahami mereka tadinya berjualan di jalan yang ditenda-tenda itu. Jalan Jatibaru yang waktu itu ditutup," kata Santoso.

Baca: Pedagang Jatibaru Berdagang di Tengah Ruas Jalan, Lalu Lintas Semakin Semrawut

Baca: Pembukaan Jalan Jatibaru Jadi Alasan Pembangunan Skybridge Tak Kunjung Rampung

Baca: Semrawutnya Kabel Utilitas Di Jalan Jatibaru Raya Ganggu Pembangunan JPM

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved