Betonisasi Jalan Lembah Griya di Cipayung oleh Satgas TMMD Sudah 87 Persen

Puluhan Satgas TMMD kata Iskandarmanto mulai bekerja sejak 16 Oktober lalu dengan melakukan pengerasan jalan.

Betonisasi Jalan Lembah Griya di Cipayung oleh Satgas TMMD Sudah 87 Persen
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pengerjaan pengerasan dan betonisasi Jalan Lembah Griya di RT 1 RW 9 Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, oleh personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Kodim Depok, sejak pertengahan Oktober lalu, sampai Senin (5/11/2018) ini, sudah mencapai 87 persen. 

Pengerjaan pengerasan dan betonisasi Jalan Lembah Griya di RT 1 RW 9 Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, oleh personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Kodim Depok, sejak pertengahan Oktober lalu, sampai Senin (5/11/2018) ini, sudah mencapai 87 persen.

Ini artinya tinggal tersisa belasan meter jalan saja yang belum dibetonisasi, dari total panjang ruas jalan sekitar 200 meter dengan lebar hingga sekitar 3 meter.

Hal itu dikatakan Komandan Satgas TMMD ke 103 di Depok Letkol Inf Iskandarmanto yang juga Komandan Kodim Depok, Senin (5/11/2018).

"Untuk betonisasi Jalan Lembah Griya, saat ini sudah mencapai 87 persen. Ditargetkan minggu ini betonisasi sudah rampung keseluruhannya," kata Iskandarmanto.

Ini artinya tambah Iskandarmanto, pengerjaan pengerasan dan betonisasi Jalan Lembah Griya, Cipayung, Depok selesai lebih cepat dari waktu yang ditargetkan. "Semuanya bisa tercapai karena kerja maksimal Satgas TMMD yang juga dibantu warga sekitar, serta sejumlah pihak lainnya dalam giat kali ini," kata Iskandarmanto.

Ia menjelaskan tadinya ruas jalan Lembah Griya yang menghubungkan Perumahan Lembah Griya Indah dengan pemukiman warga di Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, awalnya hanyalah berupa tanah.

Ruas jalan sepanjang 200 meter itu kata Iskandarmanto juga tidak dapat dilintasi kendaraan roda empat karena di beberapa titik lebar jalan mengecil hanya sekitar satu setengah meter saja. "Jadi awalnya jalan hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua saja, meski lebar jalan di sebagian besarnya mencapai 3 meter," kata Iskandarmanto.

Puluhan Satgas TMMD kata Iskandarmanto mulai bekerja sejak 16 Oktober lalu dengan melakukan pengerasan jalan di sana.

Yakni berupa penebaran batu macadam dan batu split atau kerikil di sepanjang ruas jalan untuk pondasi betonisasi.

Dalam masa proses pengerasan jalan itu, kata Iskandarmanto, sejumlah warga dengan kesadaran tinggi akhirnya rela menyerahkan sebagian lahannya untuk dijadikan jalan umum.

"Alasannya agar lebar jalan di depan rumah mereka menjadi maksimal mencapai 3 meter lebih. Sehingga diharapkan jalan bisa dilintasi kendaraan roda empat. Dengan bisa masuknya kendaraan roda empat, artinya aset rumah warga di sana nilainya bisa naik," kata Iskandarmanto.

Pengerasan jalan kata dia akhirnya rampung pada Kamis (1/11/2018) lalu dengan ditambah pelebaran jalan di beberapa titik.

"Langsung dilanjutkan dengan pengecoran atau betonisasi sejak Kamis.Dalam lima hari betonisasi, sampai kini progresnya sudah 87 persen. Diharapkan, pekan ini, rampung dan dalam beberapa hari ke depan, jalan sudah bisa digunakan," kata Iskandarmanto.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved