Pesawat Jatuh

Penumpang Lion Air Pernah Lapor ke YLKI Kursinya Tanpa Sabuk Pengaman, tapi Pesawat Tetap Terbang

Di sisi lain, ia juga menyoroti kurangnya keamanan bagi penumpang yang menaiki pesawat berlambang kepala singa itu.

Penumpang Lion Air Pernah Lapor ke YLKI Kursinya Tanpa Sabuk Pengaman, tapi Pesawat Tetap Terbang
Tribunnews.com
Pesawat milik maskapai penerbangan Lion Air tinggal landas meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (26/5/2013). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

KELUHAN konsumen terhadap maskapai penerbangan cukup tinggi dalam tujuh tahun terakhir, di mana Lion Air berada pada posisi tertinggi yang menerima keluhan.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengungkapkan, keluhan itu terkait keterlambatan pesawat (delay), pengembalian tiket pesawat, hingga kerusakan dan kehilangan bagasi.

"Pengaduan trasportasi udara tujuh tahun terakhir paling tinggi, dan paling tinggi Lion Air. Terutama delay," ujar Tulus Abadi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11/2018).

Baca: Demi Bantu Palu dan Donggala, Susi Pudjiastuti Rela Melenggang di Catwalk

Meski begitu, ia tidak menjelaskan secara pasti berapa banyak keluhan yang masuk ke Lion Air.
Tulus Abadi hanya menyebut ada puluhan laporan khusus bagi maskapai Lion Air, sedangkan jika dilihat secara keseluruhan maskapai akan mencapai ratusan.

Ia juga mengatakan, semua surat resmi keluhan atau pengaduan itu telah dipelajari dan dikirimkan ke Lion Air. Namun, tidak ada respons dari pihak yang bersangkutan.

"Surat resmi dari pengaduan yang masuk kita follow up, kita pelajari, kemudian kirim ke Lion sesuai dengan divisinya, tapi tidak dapat respons dari manajemen Lion. Semuanya tidak direspons," ungkapnya.

Baca: Bandingkan dengan Kompetisi Dangdut, Mardani Ali Sera Ingin Durasi Debat Capres Lebih dari Dua Jam

Di sisi lain, ia juga menyoroti kurangnya keamanan bagi penumpang yang menaiki pesawat berlambang kepala singa itu.

Tulus Abadi mengatakan dirinya menerima laporan konsumen terkait pengalamannya menaiki pesawat Lion Air yang tidak memiliki sabuk pengaman alias seat belt di kursi penumpangnya.

"Kursi enggak ada seat belt, sekitar tiga tahun lalu, tetap terbang, artinya budaya safety Lion Air dari situ juga sangat tidak baik," paparnya. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved