Liquid Vape Isi Narkoba di Kelapa Gading Butuh 100 Ekstasi

Sebuah rumah di Jalan Janur Elok VII, Kelapa Gading, Jakarta Utara diketahui menjadi tempat pembuatan liquid vape berisi narkoba.

Liquid Vape Isi Narkoba di Kelapa Gading Butuh 100 Ekstasi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak (kedua kiri), didampingi Kabid Humas Argo Wiyono, menunjukan narkoba jenis vape liquid saat rilis di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (31/10/2018). 

Laporan Wartawan Warta Kota, Junianto Hamonangan

TANJUNGPRIOK, WARTA KOTA -- Sebuah rumah di Jalan Janur Elok VII, Kelapa Gading, Jakarta Utara diketahui menjadi tempat pembuatan liquid vape berisi narkoba.

Setiap produksinya dibutuhkan 100 butir ekstasi untuk proses pembuatan.

Kasubdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan industri tersebut sudah berlangsung sejak liquid ganja berkembang. Ketika para pelaku sudah melakukan produksi hingga penyebaran.

“Untuk liquid MDMA, ini jenis baru yang diproduksi sejak delapan bulan lalu. Bahan baku setidaknya 100 butir ekstasi dibutuhkan untuk membuat liquid ini,” ungkap Calvijn, Rabu (31/10).

Ratusan butir ekstasi itu akan melalui proses pembakaran hingga menghasilkan minyak yang dicampur hasil penyulingan tembakau. Setiap harinya dari proses itu, bisa dihasilkan 2 liter liquid dimana satu liquid mengandung 1/4 butir ekstasi.

Selain harus menyiapkan 100 butir ekstasi, para pelaku juga memesan liquid dan rokok elektrik secara online dengan sifat fleksibel. Rokok elektrik ini mereka beli secara online melalui situs jual beli seharga Rp 90 ribu.

“Setelah itu mereka racik dan masukan narkoba liquid sebanyak 2 mililiter,” katanya.

Calvijn mengatakan pihaknya masih memburu penyuplai ekstasi terhadap industri ini. Calvijn menyakini, 100 butir ekstasi tersebut disuplai secara terus menerus hingga mampu membuat industri itu bertahan.

“Ada kemungkinan penyuplainya orang tetap. Karena kan menyediakan 100 butir ekstasi setiap hari bukan perkara mudah,” kata Calvijn.

Tim khusus selanjutnya dibentuk untuk membongkar kembali jaringan ini dan memburu empat pelaku lainnya, yakni LT, TY, VIN, dan HAM. Empat pelaku itu nantinya akan mengungkapkan titik terang kasus ini. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved