Sukses Pembangunan Pemerintah Memerlukan Peran Aktif Pers dan Pengusaha

Setiap pihak bisa berkontribusi dalam pembangunan di antaranya dengan memberikan kontribusi terhadap pembangunan.

Sukses Pembangunan Pemerintah Memerlukan Peran Aktif Pers dan Pengusaha
Kompas.com
Huntara yang dibangun pemerintah di kawasan bencana di Palu dan Donggala akan selesai dan mulai bisa ditempati warga. 

Sejumlah kalangan dinilai tidak jarang melakukan perdebatan dan membuat kondisi tidak kondusif di tengah merosotnya nilai tukar rupiah.

Pengusaha muda dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jakarta Selatan, Sona Maesana menyatakan, banyak yang bisa dilaksanakan oleh berbagai kalangan, khususnya yang bergerak dalam bidang usaha seperti pengusaha.

"Misalnya, berusaha untuk membuka lapangan kerja di mana satu pengusaha bisa mempekerjakan setidaknya 5 orang, yang menjadi snow ball effect di mana setiap pekerja setidaknya menghidupi keluarganya dengan anak dan istri mereka," katanya dalam diskusi tentang peranan pers dalam sosialisasi program pembangunan pemerintah, yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (29/10/2018).

Sona Maesana, dalam kesempatan itu, menunjuk, usaha yang dikembangkan oleh Dicky Reza Wibowo, yang dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa dia punya usaha di bidang katering.

Menurut Sona, yang mulai menekuni agribisnis di bidang penanaman cabai, setiap pihak bisa berkontribusi dalam pembangunan di antaranya dengan memberikan kontribusi terhadap pembangunan khususnya dengan menjadi solusi terhadap banyak pihak.

"Kontribusinya tentu saja dengan menjadi pengusaha, yang mempekerjakan masyarakat, seperti ditunjukkan Dicky Reza Wibowo, sehingga banyak yang keluar dari persoalan ekonomi, khususnya dengan memprioritaskan bidang ekspor dibandingkan impor," katanya.

Peran berbagai kalangan dinilai sangat penting dalam memberikan penjelasan tentang penanganan bencana dan pembangunan.

Huntara yang dibangun pemerintah di kawasan bencana di Palu dan Donggala akan selesai dan mulai bisa ditempati warga.
Huntara yang dibangun pemerintah di kawasan bencana di Palu dan Donggala akan selesai dan mulai bisa ditempati warga. (Kompas.com)

Khususnya seperti dilakukan pemerintah di kawasan Palu dan Donggala.

Kondisi yang dinilai tidak memadai untuk korban bencana di Palu dan Donggala mengakibatkan banyak warga kehilangan tempat berteduh.

"Mereka bahkan tidak mendapatkan tempat tinggal dan hidup di tengah pengungsian, tapi meski bukan tugas kami, kami dipercaya untuk membangun huntara (hunian sementara) yang masing-masing bisa ditempati oleh 12 kepala keluarga di setiap bagiannya," kata Humas Kementerian PUPR, Warjono.

Halaman
123
Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved