Noorcoin Luncurkan Demo Aplikasi Mobile untuk 57 Negara Anggota OKI

Sofia Koswara mengatakan negara-negara anggota OKI telah secara serius mempelajari penggunaan Noorcoin.

Noorcoin Luncurkan Demo Aplikasi Mobile untuk 57 Negara Anggota OKI
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Noorcoin meluncurkan demo aplikasi mobile untuk 57 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di sela-sela Islamic Chamber of Commerce, Industry dan Agriculture (ICCIA) OKI. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Junianto Hamonangan

KELAPAGADING, WARTA KOTA -- Noorcoin meluncurkan demo aplikasi mobile untuk 57 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di sela-sela Islamic Chamber of Commerce, Industry dan Agriculture (ICCIA) OKI. 

Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Noorcoin, Sofia Koswara mengatakan negara-negara anggota OKI telah secara serius mempelajari penggunaan Noorcoin.

Bank-bank di Arab Saudi dan Dewan Zakat negara tersebut juga mulai berpikir untuk menggunakan uang digital sebagai alternatif dari transaksi finansial jangka panjang. 

“Kami percaya bahwa setelah demo aplikasi ini selesai, Noorcoin maka akan mencapai percepatan dalam beberapa bulan kedepan,” ucap Sofia, dalam keterangannya, Sabtu (27/10). 

Chief Operations Officer (COO) Noorcoin, Thomas Yudhistira mengatakan tujuan dari demo aplikasi ini tidak hanya untuk menguji masalah teknologi, namun juga budaya dan lingkungan peraturan perundangan di setiap 57 negara anggota OKI

“Kesalahpahaman yang umum terjadi di Timur Tengah yakni mata uang digital dianggap bertentangan dengan hukum Syariah. Noorcoin dikembangkan dengan kepatuhan akan hukum Syariah sehingga kami yakin kami bisa patuh pada peraturan Syariah nasional negara yang bersangkutan, yang akan dibuktikan dengan testnet ini,” katanya. 

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, HE Osamh Mohammed Abdullah Shuibi, sebagai perwakilan negaranya untuk menerima D-app demo Noorcoin testnet mengatakan penggunaan uang digital di negara-negara Islam sangatlah penting.

Apalagi ada tiga keunggulan Noorcoin yaitu transparan, aman dan biaya rendah. 

“Selain untuk transaksi, tujuan utamanya adalah mengurangi dominasi Dollar Amerika Serikat. Saat ini beberapa negara mengalami pelemahan terhadap Dollar AS, kita harus punya alternatifnya. Noorcoin, mata uang digital Islam pertama, dapat digunakan untuk layanan Umrah dan Haji dan juga untuk transaksi antar negara,” ucapnya. 

Sebagai bagian dari peluncuran, Noorcoin juga dianugerahi penghargaan rekor dunia oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) sebagai Token Syariah Pertama di Dunia dengan Teknologi Canggihnya. 

“Inovasi teknologi yang memiliki dampak positif bagi miliaran orang harus dihargai dan didukung. Noorcoin adalah penerabas jalan, layak untuk mendapatkan rekor dunia,” kata Direktur dan Pendiri LEPRID, Paulus Pangka. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved