Pilpres 2019

Jusuf Kalla: Saya Ingatkan, Jangan Terlalu Over Optimistis Akibat Survei

Wakil Presiden RI tersebut lantas mencontohkan dua peristiwa, yakni Brexit dan kemenangan Donald Trump pada Pemilu AS 2016.

Jusuf Kalla: Saya Ingatkan, Jangan Terlalu Over Optimistis Akibat Survei
TRIBUNNEWS/CHAERUL UMAM
Jusuf Kalla dalam pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TKN Jokowi-Maruf Amin di Hotel Empire Palace, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/10/2018). 

KETUA Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin Jusuf Kalla mengingatkan timses agar tidak terlena oleh hasil survei beberapa lembaga.

Meski, katanya, pasangan calon presiden petahana Joko Widodo-Maruf Amin selalu mengungguli rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dalam berbagai survei elektabilitas.

"Saya ingatkan, jangan terlalu over optimistis akibat survei (elektabilitas)," kata Jusuf Kalla dalam pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TKN di Hotel Empire Palace, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/10/2018).

Baca: Sandiaga Uno Tak Pernah Diajak Bahas Dana Kelurahan Saat Masih Jabat Wakil Gubernur DKI

Wakil Presiden RI tersebut lantas mencontohkan dua peristiwa, yakni Brexit dan kemenangan Donald Trump pada Pemilu AS 2016.

"90 persen orang Amerika mengatakan bahwa Hillary yang menang. 90 persen orang Inggris bilang Brexit akan kalah. Tapi terjadi sebaliknya, kenapa? Pertama, terlalu optimis," ujarnya.

"Sementara Trump terus mengampanyekan kebangkitan Amerika di saat Hillary berbicara ekonomi global dan sebagainya. Trump berbicara kepentingan rakyat Amerika, memagari (perbatasan dengan) Meksiko. Itu menimbulkan semangat internal masyarakat Amerika," sambungnya.

Baca: Hadapi Surya Paloh dan Partai Nasdem, Rizal Ramli Klaim Dibela 1.520 Pengacara

Peristiwa sama pun terjadi, yakni Brexit di Inggris tahun 2016, yakni keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

Jusuf Kalla menyebut, berdasarkan hasil survei, 90 persen masyarakat Inggris berpendapat sebaliknya. Namun rupanya hal itu benar-benar terjadi.

"Kita juga harus tetap bekerja keras. Harus berpendapat, kita ini 50:50. Karena, kalau tidak begitu, anda bekerja tidak terlalu serius karena sudah yakin menang. Akhirnya pemilih itu tidak ke TPS. Kalau cuma satu suara enggak apa-apa, bagaimana kalau 10 juta? 50 juta?" paparnya. (Chaerul Umam)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved