Piala AFC U19

Pada Piala Dunia U20 Tahun 1979, Maradona Dua Kali Bobol Gawang Indonesia

TIMNAS Indonesia kembali mengulang sejarah dengan lolos ke babak perempat final Piala AFC U-19.

Pada Piala Dunia U20 Tahun 1979, Maradona Dua Kali Bobol Gawang Indonesia
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pemain Timnas Indonesia U19 melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Timnas U19 Uni Emirat Arab (UEA), pada pertandingan Grup A Piala AFC U19, di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (24/10/2018). 

TIMNAS Indonesia kembali mengulang sejarah dengan lolos ke babak perempat final Piala AFC U-19.

Sejarah ini tercatat setelah Witan Sulaiman dan kawan-kawan menaklukkan Uni Emirat Arab 1-0, pada laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (24/10/2018) malam.

Timnas Indonesia mengukir sejarah pertama pada Piala Asia Yunior 1978, atau 40 tahun silam. Walau gagal ke semifinal, Indonesia tetap mendapat jalan ke Piala Dunia U-20 karena ada sejumlah peserta yang mundur.

Baca: Makan Bakso di Kabupaten Semarang, Sandiaga Uno Dapat Korting

Piala Dunia U-20 1979 digelar di Tokyo, Jepang, pada 25 Agustus-7 September 1979. Sebelumnya, dua tiket menuju Piala Dunia U-20 1979 diperebutkan tim-tim asal Asia pada ajang Piala Asia Junior 1978.

Selain tuan rumah Jepang yang lolos otomatis, dua jatah negara Asia diberikan kepada juara dan runner-up Piala Asia Junior 1978. Korea Selatan (korsel) tampil sebagai juara dan Irak di peringkat kedua.

Indonesia tersingkir sejak perempat final, namun nasib mujur memihak skuat Garuda Muda, setelah Irak mengundurkan diri.

Baca: Setelah Indonesia, Ini Negara di Asia Tenggara yang Berpeluang Lolos ke Perempat Piala AFC U-19

Slot kosong lantas diberikan kepada Korea Utara yang menghuni peringkat ketiga. Namun, mereka juga menolak.

Alasan kedua negara tersebut menarik diri dari putaran final Piala Dunia U-20 1979, karena sponsor utama turnamen tersebut adalah Coca Cola, produk buatan Amerika Serikat.

Selain Irak dan Korea Utara, negara Timur Tengah lain yang menjadi perempat finalis dan anti-AS, pun melakukan aksi boikot, sehingga hanya tersisa Indonesia.

Baca: Dipolisikan Sahabat Lama, Rizal Ramli Khawatir Ada yang Panas-panasi Surya Paloh

Tak ayal, FIFA dan AFC memutuskan Indonesia menemani Korsel sebagai wakil Asia, sedangkan Jepang ikut serta karena bertindak sebagai tuan rumah.

Dia Piala Dunia U-20 1979, Indonesia masuk Grup B bersama Argentina, Polandia, dan Yugoslavia.

Di bawah aarahan pelatih Sutjipto Suntoro, Indonesia berjumpa Argentina di laga perdana, yang kala itu diperkuat calon legendanya, Diego Armando Maradona.

Baca: Anies Baswedan Janji Tetapkan UMP DKI Jakarta Sebelum Berangkat ke Argentina Jumat Lusa

Bertanding di Stadion Omiya, 26 Agustus 1979, Indonesia kalah telak 0-5. Dua gol diborong Maradona, sedangkan sisa tiga gol dikemas Ramon Diaz.

Melawan Polandia pada laga kedua, Indonesia kembali kalah telak, kali ini dengan skor 0-6. Pada laga pamungkas fase grup, Indonesia kembali menjadi bulan-bulanan. Kali ini giliran Yugoslavia yang membobol gawang Garuda Muda dengan lima gol tanpa balas.

Langkah Indonesia berlaga di Piala Dunia U-20 tahun depan di Polandia, tinggal selangkah lagi. Di babak perempat final Piala AFC U-19 2018, Indonesia akan melawan Jepang yang merupakan juara Grup B, Minggu (28/10/2018) mendatang. (*)

Penulis: Yaspen Martinus
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved