Deklarasi Antitawuran Digaungkan Puluhan Pelajar di Pondok Labu

Sebanyak 21 sekolah yang terdiri dari SMP, SMA dan SMK menghadiri kegiatan Sosialisasi Antisipasi dan Pencegahan Tawuran Pelajar

Deklarasi Antitawuran Digaungkan Puluhan Pelajar di Pondok Labu
Warta Kota/Feryanto Hadi
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan Sosialisasi Antisipasi dan Pencegahan Tawuran Pelajar di RPTRA Pinang Pola, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (25/10/2018). 

SEBANYAK 21 sekolah yang terdiri dari SMP, SMA dan SMK menghadiri kegiatan Sosialisasi Antisipasi dan Pencegahan Tawuran Pelajar di RPTRA Pinang Pola, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (25/10/2018).

Deklarasi antitawuran dipicu maraknya perkelahian antar pelajar hingga jatuhnya korban jiwa.

Lurah Pondok Labu, Siti Fauzia mengatakan, permasalahan tawuran antar-pelajar membutuhkan penanganan sejak dini, utamanya soal edukasi bagi para pelajar seperti mengenai wawasan kebangsaan, segi agama maupun pengetahuan dari aspek hukum yang bisa ditimbulkan.

"Peran orangtua memang sangat penting. Tapi pelajar juga membutuhkan wawasan agar tahu baik buruknya, serta dampak yang akan ditimbulkan. Bagaimanapun tawuran tidak ada manfaatnya sama sekali," ungkapnya.

Siti mengingatkan,  pelajar adalah generasi penerus masa depan. Aksi tawuran, kata dia, bisa merenggut korban jiwa dan sangat memprihatinkan.

Kepada pelajar, dia meminta agar mengubah sikap dan beralih ke aksi positif, serta meningkatkan prestasi pelajar.

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan Sosialisasi Antisipasi dan Pencegahan Tawuran Pelajar di RPTRA Pinang Pola, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (25/10/2018).
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan Sosialisasi Antisipasi dan Pencegahan Tawuran Pelajar di RPTRA Pinang Pola, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (25/10/2018). (Warta Kota/Feryanto Hadi)

"Budaya tawuran harus segera ditinggalkan karena tidak ada positifnya sama sekali," ujarnya.

Ia mengungkapkan, Pemprov DKI juga bersikap tegas bagi para pelaku tawuran.

Sejumlah sanksi sudah disiapkan, mulai dari peringatan tertulis dan lisan, pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) hingga dikeluarkan dari sekolah.

"Maka dengan adanya sosialisasi ini kami mengajar para pelajar untuk berpikir lebih jauh hal yang akan ditimbulkan jika turut terlibat dalam aksi tawuran," imbaunya.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved