Komunitas Gusdurian

Kopdar Diskusi: Belajar Lelucon ala Gus Dur

Lelucon yang dibuat Gus Dur hanya mampu diterima oleh orang-orang yang memang berseberangan dengan Orde Baru.

Kopdar Diskusi: Belajar Lelucon ala Gus Dur
istimewa
Komunitas Gusdurian Klaten mengadakan Kopdar Diskusi bertema "Belajar Lelucon ala Gus Dur" di Taman Lampion, Kota Klaten, Jawa Tengah pada Jumat (19/10) lalu. Diskusi itu diikuti berbagai kelompok dan komunitas diantaranya Jaringan Muda Lintas Iman (Jamulima), Fatayat NU, Pemuda Katolik, OMK, dan lainnya. 

Komunitas Gusdurian Klaten kembali mengadakan Kopdar Diskusi kedua dengan tema "Belajar Lelucon ala Gus Dur". Tema tersebut bersumber dari tulisan Melawan Melalui Lelucon dari buku Tuhan Tidak Perlu Dibela. Diskusi kali ini mengundang Dosen IAIN Surakarta, Dr. Kholilurrohman, MSI sebagai pemantik diskusi

Acara diskusi yang dilakukan di Taman Lampion Kota Klaten ini pada Jumat (19/10) itu diikuti oleh berbagai kelompok dan komunitas diantaranya Jaringan Muda Lintas Iman (Jamulima), Fatayat NU, Pemuda Katolik, OMK, dan lainnya.

Kholilurrohman mengatakan bahwa orang muda sebagai agen perubahan sudah semestinya aktif sekaligus kritis terhadap situasi sosial namun juga jangan sampai kehilangan selera humor.

"Hidup sudah susah jangan terus dibuat susah, dibuat senang saja agar tidak semakin susah" katanya.

Menurutnya, Gus Dur melawan keganasan rezim orba dengan lelucon - lelucon yang menggambarkan tentang kritik sosial yang memancing dialektika di kalangan masyarakat pada umumnya. Lelucon yang dibuat Gus Dur hanya mampu diterima oleh orang-orang yang memang berseberangan dengan Orde Baru.

Ketua Pemuda Katolik Klaten, Aris Retnanto yang menjadi salah satu peserta mengapresiasi acara diskusi tersebut. Menurutnya, diskusi-diskusi cerdas seperti ini layak dan sangat penting untuk dilakukan secara rutin.

"Terlebih juga menyatukan beragam kelompok dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. Belajar menyikapi persoalan sosial dengan cara yang santai seperti Gus Dur dan tidak melulu tegang agar tidak menjadi sesuatu yang menakutkan di masyarakat," katanya. (*)

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved