Jurnalis Arab Saudi Hilang

Ini Kritikan Terakhir Jamal Khashoggi kepada Arab Saudi 3 Hari sebelum Dibunuh

Pembunuhan terhadap jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, yang juga mantan orang dalam istana, membuat banyak pihak di dunia geram.

Ini Kritikan Terakhir Jamal Khashoggi kepada Arab Saudi 3 Hari sebelum Dibunuh
AFP/voanews.com
SEJUMLAH orang membawa poster jurnalis Jamal Khashoggi saat berdemo di Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington, 10 Oktober 2018. 

PEMBUNUHAN terhadap jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi membuat banyak pihak di dunia geram. Khashoggi merupakan mantan orang dalam keluarga kerajaan yang berubah menjadi pengkritik putra mahkota.

Dia menghilang usai masuk ke konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober lalu, guna mengurus dokumen untuk keperluan rencana pernikahannya.

Tiga hari sebelum tewas, Khashoggi muncul di acara publik di London, Inggris, pada peringatan 25 tahun Perjanjian Damai Oslo antara Israel dan kepemimpinan Palestina.

Baca: Donald Trump: Tutupi Pembunuhan Jamal Khashoggi Itu Aksi Terburuk Sepanjang Sejarah

Baca: Staf Konsulat Arab Saudi Bakar Dokumen Jamal Khashoggi, setelah Sang Jurnalis Itu Dibunuh

Melansir Daily Mail, Selasa (23/10/2018), pria berusia 59 tahun tersebut mengatakan acara konferensi itu memang mengenai Timur Tengah, namun tidak mungkin digelar di sana.

"Acara akan sulit digelar saat ini di dunia Arab karena kami mundur dari kebebasan di sebagian besar negara Arab," katanya.

Dia menyebut, kebanyakan negara di Arab sedang runtuh seperti Libya, Suriah, dan Yaman, sehingga tidak memiliki kepentingan membahas Palestina karena memiliki masalah internal.

"Mereka tidak memiliki kepentingan untuk mendiskusikan Palestina karena mereka punya kesengsaraan sendiri," ucapnya.

Baca: Raja dan Putra Mahkota Arab Saudi Bertemu Keluarga Jamal Khashoggi

"Kemudian, di negara seperti Arab Saudi, negara saya, atau di Mesir, mereka tidak berminat pada isu-isu semacam itu yang memotivasi dan mengumpulkan rakyat karena ingin menundukkan mereka," imbuhnya.

Dua hari setelah menghadiri konferensi, dia terbang dari London ke Istanbul.

Khashoggi terakhir terlihat dalam keadaan hidup pada 2 Oktober 2018 saat memasuki konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen rencana pernikahan dengan tunangannya.

Pembunuhan Berencana yang Kejam

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut kematian Khashoogi bukan karena kecelakaan, melainkan pembunuhan berencana yang kejam.

Dia menyoroti sikap staf konsulat Saudi yang mengulur waktu penyelidik Turki untuk memasuki gedung.

"Kami menegaskan, tak bakal diam dan melakukan segala tindakan untuk menegakkan keadilan," ujarnya. (Veronika Yasinta)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sebelum Tewas, Ini Kritikan Terakhir Khashoggi kepada Arab Saudi"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved