Satpol PP Gerebek Dua Toko Penjual Miras dalam Operasi Senyap Malam Hari

Hasilnya, sebanyak 110 botol miras ilegal berbagai jenis disita petugas dan langsung diamankan.

Satpol PP Gerebek Dua Toko Penjual Miras dalam Operasi Senyap Malam Hari
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menyita 110 botol miras dari dua toko di Pancoran Mas, depok dalam operasi senyap minuman keras (miras), Senin (22/10/2018) malam. 

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kembali melakukan operasi senyap minuman keras (miras), Senin (22/10/2018) malam.

Ada dua toko atau warung, yang disinyalir menjual miras, digerebek petugas Satpol PP.

Yakni toko di Jalan Lio, Pancoran Mas, Depok serta warung di Jalan Raya Kartini, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas.

Hasilnya, sebanyak 110 botol miras ilegal berbagai jenis disita petugas dan langsung diamankan ke Kantor Satpol PP Depok.

Hal itu dikatakan Kepala Satpol PP Depok Yayan Arianto, Selasa (23/10/2018).

Menurut Yayan digrebeknya dua toko atau warung itu berdasar dari laporan masyarakat yang resah karena diduga di sana terjadi penjualan miras.

"Karenanya, kami lakukan pemantauan beberapa saat di kedua warung itu sebelum akhirnya kami gerebek dan dipastikan mereka menjual miras. Ada sebanyak 110 botol miras yang berhasil kami sita dari dua warung tersebut," kata Yayan.

Yayan mengatakan penyitaan miras berdasarkan Perda Kota Depok Nomor 6 Tahun 2008, tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menyita 110 botol miras dari dua toko di Pancoran Mas, depok dalam operasi senyap minuman keras (miras), Senin (22/10/2018) malam.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menyita 110 botol miras dari dua toko di Pancoran Mas, depok dalam operasi senyap minuman keras (miras), Senin (22/10/2018) malam. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Di mana para pengelola dan pemilk warung telah melanggar Perda tersebut karena menjual miras tanpa izin dan di tengah pemukiman warga.

Di mana, kata Yayan, sesuai Perda, ancaman hukuman bagi pelanggarnya adalah denda maksimal Rp 50 juta, dan atau kurungan maksimal selama tiga bulan.

"Karenanya selain menyita miras dari kedua warung itu, kami juga menyita identitas pemilik dan pengelola warung," kata Yayan.

Tujuannya tambah dia karena para pemilik dan pengelola toko akan diajukan ke pengadilan akibat telah melakukan dugaan tindak pidana ringan berupa pelanggaran Perda Depok.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved