Pemkot Jaktim Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah

Dalam upaya mencegah Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah Pemkot Jakarta Timur mengelar sosialisasi bersama Komnas Anak di SMPN 49 Jakarta.

Pemkot Jaktim Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah
Warta Kota/Joko Supriyanto
Dalam upaya mencegah Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mengelar sosialisasi bersama Komisi Nasional Pelindungan Anak (Komnas Anak) di SMPN 49 Jakarta. 

DALAM upaya mencegah Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur mengelar sosialisasi bersama Komisi Nasional Pelindungan Anak (Komnas Anak) di SMPN 49 Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut baik dari siswa dan guru diberikan sosialisasi terkait pencegahan kekerasan anak yang kerap kali terjadi dilingkungan sekolah. Tentunya diharapkan dengan sosialisasi ini dapat mengurangi angka kekerasan anak yang ada di Indonesia.

Wali Kota Jakarta Timur, M. Anwar mengatakan bahwa dalam sosialisasi tersebut pihaknya menghadirikan beberapa narasumber yang sekaligus memberikan pembinaan baik kepada siswa-siswi dan juga kepada guru.

"Hari ini kita melakukan sosialisasi sekaligus pembinaan yang dilakukan Komnas Perlindungan anak. Ini dilakukan dalam rangka sekolah ramah anak," kata M. Anwar, Selasa (23/10/2018).

Menurut Anwar, bahwa sosialisasi seperti ini sangatlah penting dalam upaya mendukung dan menjadikan sekolah ramah anak. Dimana di Jakarta Timur sendiri kurang lebih terdapat 3498 sekolah tentu hal itu tidak mudah untuk dikakukan penataan dan pemberdayaan sekolah.

Atas hal itu tentunya dengan langkah sosialisasi seperti ini dapat menjadikan suatu upaya Pemkot Jaktim untuk memberikan pembinaan, dan kegiatan tersebut sehingga tidak terjadi tindakan kekerasan terhadap anak di sekolah-sekolah.

"Saya kira kalo mau di angkat permasalahan kekerasan anak itu masih terjadi. Kita melakukan ini karena kita sudah sampling dan melihat kondisi dilapangan, sehingga dengan hal itu mudah-mudahan tidak terjadi lagi pelecehan anak dan kekerasan anak," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta peran sekolah untuk memberikan sanksi-sanksi yang sesuai kasusnya, jangan sampai sanksi tersebut menghambat siswa-siswa terhadap dalam masalah pendidikannya.

"Kita juga harus liat bagaimana kasusnya, kita berikan sanksi yang sesuai. Jangan sampai dikeluarkan dari sekolah karena mereka kan juga punya hak untuk sekolah, makanya hari ini kita lakukan sosialisasi bagaimana mengantasi tindakan seperti ini kedepannya," katanya.

Terpisah, Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan bahwa sejak tahun 2013 angka kekerasan terhadap anak mengalami kenaikan. Bahkan 58 persen diantaranya kejahatan seksual sedangkan 42 persen kejahatan perlindungan.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved