Ketua Wantimpres Sri Adiningsih Ungkap Strategi Indonesia Menghadapi Turbulensi Ekonomi Global

Ketua Wantimpres Sri Adiningsih mengungkap strategi Indonesia dalam menghadapi turbulensi ekonomi global. Apa saja triknya?

Ketua Wantimpres Sri Adiningsih Ungkap Strategi Indonesia Menghadapi Turbulensi Ekonomi Global
Istimewa
Ketua Wantimpres, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc. saat memberikan ceramah dalam Seminar Nasional “Kekuatan Perekonomian Indonesia di Tengah Turbulensi Ekonomi Global” di hadapan pejabat struktural universitas dan sekitar 300 mahasiswa pascasarjana di Kampus Moestopo, Bintaro. 

WARTA KOTA, PALMERAH--Berawal dari kebijakan politik “kacamata kuda” Trump, dengan semboyan “America First” dalam mengobarkan perang dagang dengan Cina.

Kejadiannya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 10 persen untuk impor barang dari Cina senilai US$ 200 miliar.

Pernyataan Trump pada 18 Juni 2018, ini meningkatkan ketegangan perang dagang berskala besar dengan Beijing.

Trump mengatakan ini merupakan balasan atas keputusan Cina, yang mengenakan kenaikan tarif impor senilai US$ 50 miliar.

Sebelumnya, pemerintah Cina mengatakan ikut menaikkan tarif impor barang dari Amerika sebagai balasan atas keputusan Trump menaikkan tarif impor dari Cina dengan nilai US$ 50 miliar. Perang dagang US – Cina, negara raksasa ekonomi dunia tersebut, memicu turbulensi ekonomi global.

Demikian penjelasan Ketua Wantimpres, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc. mengawali ceramahnya berjudul “Kekuatan Perekonomian Indonesia di Tengah Turbulensi Ekonomi Global” dalam seminar nasional yang diselenggarakan Program Pascasarjana Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) belum lama ini di Kampus II Moestopo, Bintaro.

Sri Adiningsih selanjutnya menjelaskan, bahwa ekonomi Indonesia harus memiliki ketangguhan untuk menghadapi turbulensi tersebut.

Stabilitas dan fundamental ekonomi Indonesia harus terjaga dengan baik. Sampai saat ini Indonesia berhasil mengembangkan perekonomian sehingga pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan semakin berkurang.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sejak 19 Januari 2015 melanjutkan uraiannya. Indonesia memilikiKomite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)  yang bertugas menyelenggarakan pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan untuk melaksanakan kepentingan dan ketahanan negara di bidang ekonomi.

KSSK bertugas mengkoordinasi pemantauan stabilitas keuangan, menangani krisis sitem keuangan, dan menangani permasalahan bank sistemik dalam kondisi stabilitas sistem keuangan normal maupun krisis.

Halaman
123
Editor: Achmad Subechi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved