Jurnalis Arab Saudi Hilang

Tak Puas, Donald Trump Tuntut Arab Saudi Perjelas Kematian Jamal Khashoggi

PRESIDEN AS Donald Trump mengaku tidak cukup puas dengan tanggapan Arab Saudi terkait kasus tewasnya jurnalis Jamal Khashoggi.

Tak Puas, Donald Trump Tuntut Arab Saudi Perjelas Kematian Jamal Khashoggi
Istimewa
DONALD Trump, Presiden Amerika Serikat 

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengaku dirinya tidak cukup puas dengan tanggapan Arab Saudi terkait kasus tewasnya jurnalis Jamal Khashoggi.

Saudi telah mengakui bahwa jurnalis pengkritik pemerintah itu telah tewas dalam sebuah pertikaian fisik di konsulat di Istanbul, tetapi keberadaan tubuhnya masih belum ada kejelasan.

Ketidakpuasan sebelumnya juga disampaikan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sehingga pemerintahannya berjanji akan membeberkan secara rinci tewasnya jurnalis Washington Post warga Arab Saudi itu.

Baca: Pangeran Mohammed bin Salman Tak Tahu Apapun soal Tewasnya Jamal Khashoggi

Baca: Erdogan Tak Puas, Turki Bakal Ungkap Rinci Tewasnya Jurnalis Jamal Khashoggi

Baca: Arab Saudi Akui Jamal Khashoggi Tewas di Gedung Konsulat, tapi Tak Sebut di Mana Jasadnya

Pihak kerajaan Arab Saudi juga mengatakan 18 warga Saudi telah ditahan sehubungan dengan kematian Khashoggi, serta dua pembantu utama Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan tiga agen intelijen telah dipecat.

Trump menilai pengakuan Saudi atas kasus ini telah menjadi awalan yang baik, namun dia juga menuntut adanya kejelasan akan apa yang terjadi pada Khashoggi.

"Itu adalah sebuah langkah awal yang besar dan itu adalah langkah pertama yang baik," kata Trump terkait pengakuan Saudi atas kematian Khashoggi.

Baca: Bila Terbukti Lenyapkan Jurnalis Jamal Khashoggi, Citra Putra Mahkota Arab Saudi pun Lenyap

Baca: Jamal Khashoggi Dimutilasi Pakai Gergaji Tulang Saat Masih Hidup Meniru Film Pulp Fiction

"Tapi saya tidak puas sampai kita mendapatkan jawabannya," tambahnya, seperti dilansir dari BBC.

Saat kembali ditanya mengenai kemungkinan AS menjatuhkan sanksi kepada Riyadh, presiden berusia 72 tahun itu mengaku hal itu bisa saja dilakukan.

Namun Trump kembali mengingatkan agar tidak menghentikan kesepakatan persenjataan yang cukup besar dengan Arab Saudi.

"Kami memiliki (kesepakatan senilai) 450 miliar dolar (Rp 6.827 triliun), 110 miliar dolar (Rp 1.668 triliun) di antaranya adalah perintah militer."

"Ini lebih dari satu juta pekerjaan dan tidak akan membantu bagi kami jika membatalkan pesanan itu. Itu hanya akan lebih menyakiti kita jauh daripada mereka," kata Trump menambahkan Riyadh bisa mendapat senjata dari negara lain seperti China dan Rusia.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved