Pemilu 2019

Deklarasi Pemilu Damai di Sunter Agung, Tangkal Hoaks dan SARA

Bahder juga berharap para peserta pemilu memahami ketentuan yang telah ditetapkan Peraturan KPU (PKPU) dan Peraturan Bawaslu.

Deklarasi Pemilu Damai di Sunter Agung, Tangkal Hoaks dan SARA
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Panitia Pemungutan Suara (PPS) Sunter Agung dan Forum Aspirasi dan Partisipasi Masyarakat Sunter Agung (Fastra), menggelar deklarasi pemilu damai di kawasan RW 05 Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (20/10/2018) malam. 

PANITIA Pemungutan Suara (PPS) Sunter Agung dan Forum Aspirasi dan Partisipasi Masyarakat Sunter Agung (Fastra), menggelar deklarasi pemilu damai di kawasan RW 05 Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (20/10/2018) malam.

Kepala Badan Kesatuan dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi mengatakan, kegiatan yang bertujuan menangkal hoaks dan Suku, Ras, Agama dan Antar-golongan (SARA) itu, juga disisipi pengumpulan donasi untuk korban bencana tsunami Palu-Donggala.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian untuk mentransformasi informasi, bagaimana penyelenggaraan pemilu tidak dicederai hoaks, yang tujuannya menjelekkan seseorang sehingga 'jatuh'. Padahal belum tentu informasi itu benar,” kata Iyan.

Baca: Pemprov Sumbar Kirim Rendang 1 Ton untuk Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

Ketua KPU Kota Jakarta Utara Abdul Bahder Maloko mengatakan, kegiatan tersebut juga untuk meningkatkan animo masyarakat mengikuti tahapan penyelenggaraan pemilu berjalan damai.

“Bagaimana agar pemilu berjalan langsung, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Terutama tidak berbau unsur SARA, hoaks, dan politik transaksional. Poin-poin penting itu yang mau kita angkat. Kampanye yang saling menghargai antar-masyarakat,” paparnya.

Bahder juga berharap para peserta pemilu memahami ketentuan yang telah ditetapkan Peraturan KPU (PKPU) dan Peraturan Bawaslu. Sedangkan untuk masyarakat, harus saling menghargai perbedaan pendapat dan pilihan dalam pemilu.

“Kalau patuh, insyaallah damai terwujud. KPU juga intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas maupun segmentasi, misalnya kepada forum warga, elemen perempuan, pemilih pemula, dan lain-lain,” tuturnya. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved