Sempat Ngotot Ingin Pisah dari Dipo Latief, Nikita Mirzani Kini Cabut Gugatan Isbat dan Cerai

Fahmi mengaku tidak tahu mengapa wanita yang akrab disapa Niki itu mencabut gugatan isbat dan cerai nikahnya.

Sempat Ngotot Ingin Pisah dari Dipo Latief, Nikita Mirzani Kini Cabut Gugatan Isbat dan Cerai
WARTA KOTA/ARIE PUJI WALUYO
Nikita Mirzani ketika ditemui di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2018). 

PRESENTER dan aktris Nikita Mirzani (32) mencabut gugatan isbat dan cerai pernikahannya, yang didaftarkan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Nikita Mirzani mengajukan isbat nikah untuk membuat pernikahan sirinya bersama Dipo Latief (45) sah di mata negara, dan kemudian menceraikannya.

Kabar mengenai pencabutan gugatan isbat dan cerai Nikita Mirzani dibenarkan oleh kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid, yang dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (16/10/2018) malam.

Baca: Polisi Jakarta Barat Bekuk Pelaku Curas yang Sudah Beraksi di 35 Lokasi

Baca: Ide Menarik Menginap di Chinatown, Ada Apa Saja di Sana?

"Oh iya bener, Rabu (17/10/2018) pagi dia (Nikita Mirzani) cabut gugatan isbat. Gugatan isbat kan sama cerai jadi satu. Jadi kalau dicabut, ya cabut semua," kata Fahmi Bachmid.

Fahmi mengaku tidak tahu mengapa wanita yang akrab disapa Niki itu mencabut gugatan isbat dan cerai nikahnya.

Mengingat, ibu dua anak itu pernah mengatakan bahwa ia ingin diceraikan oleh Dipo Latief, suami sirinya.

"Alasannya itu di antara mereka lah, ya namanya rumah tangga biasa lah, orang berantem habis itu baikan itu biasa," tuturnya.

Baca: Prostitusi Online di Apartemen Center Point, Satpol PP Bakal Data Penghuni dan Agen Penyewa Unit

Baca: Ditanya Soal Masalahnya dengan Rhoma Irama, Inul Daratista: No Comment Lah, Malas

Mengenai ngototnya Niki yang ingin diceraikan Dipo Latief, Fahmi tidak mau memberitahukan alasannya.

Ia pun hanya disuruh cabut berkas di Pengadilan Agama, dalam hal isbat dan juga cerai nikah.

"Itu kan isbat nikah disuruh cabut. Ya kita sebagai kuasa hukum disuruh cabut ya cabut. Urusan sah atau tidaknya secara negara tinggal bagaimana mereka aja lah,"cetus Fahmi Bachmid. (*)

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved