Narkotika

Permohonan Rehabilitasi Roro Fitria Ditolak, Majelis Hakim Malah Memvonis 4 Tahun Penjara

Pengajuan rehabilitasi juga tidak bisa dipenuhi majelis hakim hasil tes urine dan rambut terdakwa di laboratorium negatif.

Permohonan Rehabilitasi Roro Fitria Ditolak, Majelis Hakim Malah Memvonis  4 Tahun Penjara
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Roro Fitria usai menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018). 

WARTA KOTA, CILANDAK --- Sebelum mejalani  sidang vonis, pemain film dan model Roro Fitria memohon kepada majelis hakim memberi hukuman yang adil dan ringan.

Dia dan tim kuasa hukumnya juga meminta dianggap sebagai pengguna, bukan pengedar.

Namun, permintaan rehabilitasi Roro Fitria ditolak oleh majelis hakim karena majelis hakim tidak menemukan unsur pengguna pada diri Roro Fitria

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan malah mengganjarnya 4 tahun penjara.

"Majelis hakim berpedoman pada surat dakwaan yang dikeluarkan Penuntut Umum bahwa terdakwa telah terbukti sah dan meyakinkan telah melanggar hukum," kata anggota majelis hakim, Achmad Guntur di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018).

Baca: Divonis 4 Tahun, Roro Fitria Disebut Tidak Dukung Pemberantasan Narkotika

"Maka tidak ada alasan dari majelis hakim untuk menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pada pasal 127 ayat 1(a) UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, sebagaimana yang dikemukakan oleh penasihat hukum terdakwa," katanya lagi.

Guntur menambahkan, pengajuan rehabilitasi juga tidak bisa dipenuhi majelis hakim hasil tes urine dan rambut terdakwa di laboratorium negatif.

"Apalagi jika dikaitkan dengan barang bukti yang didapat ternyata lebih dari 1 gram, yang merupakan syarat diajukan rehabilitasi. Antara lain barang bukti berupa hanya satu kali pemakaian yang tidak lebih dari 1 gram," ucapnya.

Baca: Roro Fitria Menangis Tersedu Usai Dijatuhi Vonis 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 800 Juta

Selain itu, fakta persidangan dari keterangan saksi Wawan Hartawan (WH) menyebutkan bahwa Roro mengonsumsi sabu-sabu bukan untuk dirinya sendiri.

"Tujuannya terdakwa adalah untuk dipakai bersama Wawan, sehingga terdakwa untuk dinyatakan sebagai pemakai narkoba bagi diri sendiri tidak terpenuhi," ujar Guntur. 

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved