Korupsi

Neneng Ditahan KPK, Jabatan Bupati Bekasi Resmi Diserahkan ke Wakil Bupati Eka Supria Atmaja

"Iya Pak Eka sudah resmi jadi Plt Bupati Bekasi. Penyerahan SK diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat."

Neneng Ditahan KPK, Jabatan Bupati Bekasi Resmi Diserahkan ke Wakil Bupati Eka Supria Atmaja
Warga Kota/Muhammad Azzam
Wakil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Kamis (18/10/2018). 

WARTA KOTA, BEKASI--- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum resmi melantik Wakil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi.

Pelantikan penyerahan surat keputusan (SK) Plt Bupati dari surat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo itu dilakukan di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/10/2018).

"Iya Pak Eka sudah resmi jadi Plt Bupati Bekasi. Penyerahan SK diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat siang sekitar pukul 13.30 WIB," kata Kasubag Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Bekasi Edward Sutarman saat saat dikonfirmasi Warta Kota, Kamis (18/10/2018).

Edward mengatakan, pelantikan dilakukan tanpa ada seremonial dan hanya penyerahan surat SK Kemendagri.

Baca: DPRD Minta Kemendagri dan Ridwan Kamil Segera Proses Penunjukkan Plt Bupati Bekasi

"Hanya penyerahan saja oleh Pak Wakil Gubernur Jawa Barat kepada Pak Plt Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja. Tidak ada seremonial, ini untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati Bekasi," ujarnya.

Sebelumnya, jabatan Bupati Bekasi kosong setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, senin (15/10/2018).

Neneng ditahan karena diduga terlibat kasus suap perizinan proyek Meikarta.

Dalam proses penerbitan izin, Neneng Hassanah Yasin dijanjikan mendapat fee sebesar Rp 13 miliar.

Hingga penangkapan kemarin, Neneng Hassanah Yasin disebut telah menerima dana sebesar Rp 7 miliar.

Baca: Dugaan Suap Perizinan Proyek Meikarta, DPRD Kabupaten Bekasi Sudah Memberikan Peringatan

Barang bukti yang diamankan penyidik dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut yakni uang 1 miliar dalam bentuk pecahan dolar Singapura dan rupiah, serta uang tunai Rp 513 juta.

Akibat perbuatannya, Neneng dijerat pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 atau pasal 12 B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved