Artis Terjerat Narkoba

Jalani Sidang Vonis, Roro Fitria Bawa Tanah Makam Ibundanya

Roro Fitria hadapi sidang vonis, atas kasus dugaan kepemilikan dan penyalahgunaan narkotika yang membawanya hidup dibalik jeruji besi saat ini.

Jalani Sidang Vonis, Roro Fitria Bawa Tanah Makam Ibundanya
Surya
Roro Fitria histeris menangisi kepergian ibundanya yang sebelumnya jatuh sakit. 

PEMAIN film dan model Roro Fitria menghadapi sidang vonis, atas kasus dugaan kepemilikan dan penyalahgunaan narkotika yang membawanya hidup dibalik jeruji besi saat ini.

Roro Fitria jalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018).

Sebelum hadapi sidang vonis, Roro Fitria harus menelan hal pahit karena sang ibunda, Retno Winingsih meninggal dunia.

Roro pun mendapatkan izin dari Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Kejaksaan, dan Pengadilan untuk ikut memakamkan ibundanya di Sleman, DI Yogyakarta pada Selasa (16/10/2018).

Dalam sidang duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018) Roro Fitria mengaku membawa kembang dan tanah pusara ibundanya ketika kembali ke Jakarta.

"Sampai sekarang pun tanah pusara dan bunga mama selalu saya bawa kemana-mana, supaya memberikan support soul atau ruhnya selalu mendampingi saya karena saya butuh itu," kata Roro Fitria sambil menangis sebelum menjalani sidang duplik.

Akankah dalam sidang vonisnya Roro membawa tanah pusara dari makam sang ibunda? Roro pun mengatakan akan membawa kembali.

"Akan saya bawa. Karena bagi saya sidang tanpa didampingi oleh mama, itu sangat berat. Saya tidak kuat. Makanya saya membawa lagi tanah pusara dan kembang makam mama," ucap Roro Fitria.

Diberitakan sebelumnya, Roro Fitria dituntut lima tahun kurungan penjara dan denda Rp. 1 miliar. Ia dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Juncto Pasal 132 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dimana JPU menilai terdakwa Roro Fitria dianggap secara sah dan meyakinkan melanggar hukum, telah melakukan transaksi narkotika golongan satu jenis sabu-sabu, sehingga Roro disebut sebagai pengedar.

Roro Fitria ditangkap oleh pihak kepolisian pada 14 Februari 2018, di kediamannya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang diduga memesan narkotika sabu-saeberat tiga gram.

Roro memesan sabu-sabu kepada fotografernya yang bernama Wawan, dengan harga Rp. 5 juta, dengan rincian Rp. 4 juta untuk membeli sabu dan Rp. 1 juta untuk jasa pemesanan.

Akan tetapi, pemesanan yang hanya 3 gram itu, hanya tersedia sebanyak 2 gram. Kemudian, Roro meminta sabu-sabu itu dikirim menggunakan jasa ojek online.

Roro menggunakan nama orang tuanya, untuk melakukan pemesanan ojek online, agar sabu-sabu dikirim ke kediamannya kala itu.

Namun, Roro kaget ketika ojek online tiba dengan WH dan polisi. Polisi kemudian menangkap Roro di tempat berikut barang bukti dan menggeledah rumah orangtua Roro.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved